Bungduwak - Catatan Malam Jum'at - Janji | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Bungduwak - Catatan Malam Jum'at - Janji Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:30 Rating: 4,5

Bungduwak - Catatan Malam Jum'at - Janji

Bungduwak

aku akan mengunjungimu saban waktu
tiga mata carang labuh di tepi jalan
hiruk pundi kayu lekat mencintai laru,
kundai kembang jagung
lambai merabut murung,
kidung penyabit rumput
menjamah angin delapan arah,
aku akan mengunjungimu saban waktu
penganyam tikar yang merajut lidi dengan seuntai sepi
suntuk dalam kidungnya sendiri,
petani menanam bayangannya
di antara sawah, ladang dan doa
dan di tanahmu yang tak menagih apa pun pada kelahiranku
akan selalu kusuburkan dengan biji harapan
setelah kubajak dengan tenggala rukuk, sujud dan i’tidal.

Bungduwak, 07.17

Catatan Malam Jum'at 

ular yang mengintai lubang
dengan sebaris doa
cipratan bisanya akan berkah,
gigitannya berubah nikmat
yang mengaduh akan mendesah,
darah yang keluar berganti peluh
hingga ular itu mati sendiri dalam lubang,
saat di halaman
pucuk-pucuk belimbing dilamar bulan.

Dikkodik, 07.17

Janji 

kita setia menjaga kesamaan ini
hingga daun-daun mengering,
kau kolibri betina paras elok kembang di mata
aku kolibri jantan sayap bertenun pencari aroma,
saat kita seranting di dahan randu
di sanalah cinta takluk kepada waktu,
aku tenggelam di segara halus bulu-bulumu
kau mendesah mengangkang ekor di bawah ekorku,
kita setia menjaga kesamaan ini
hingga daun-daun mengering,
hingga telurmu menetas
menerjemahkan rindu kita yang tuntas.

Sumenep, 07.17

*) A. Warits Rovi, lahir di Sumenep, 20 Juli 1988. Menulis puisi, cerpen, esai, artikel dan naskah drama. Karya-karyanya terantologi dalam ”Bersepeda ke Bulan” Ayat-Ayat Selat Zakat, Ketam Ladam Rumah Ingatan (2016), dll.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya A. Warits Rovi
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 6 Agustus 2017

0 Response to "Bungduwak - Catatan Malam Jum'at - Janji "