Membaca Isyarat - Permainan Hari - Tulisan Tak Lagi Bermakna | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Membaca Isyarat - Permainan Hari - Tulisan Tak Lagi Bermakna Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 05:00 Rating: 4,5

Membaca Isyarat - Permainan Hari - Tulisan Tak Lagi Bermakna

Membaca Isyarat

pada ujung malam
tetap dijaga dalam mata
setiap jarak memberi janji
semakin tertinggal jauh di sudut waktu

nafas yang tersengal
masih sama untuk dihitung
pada bagian terasa begitu lama
diantara gelap terus membaca tanda

suara begitu dibatasi
dalam sunyi mencari arti
tetap sama dari permainan jarum jam
hanya mampu meniti terbitnya matahari pagi

Permainan Hari 

masih menunggu permainan itu
deretan jejak langkah terasa begitu berat
terus menjadi kebimbangan membatu

tetap sama memberi gelisah
pada awal berjabat siang
terjaga di antara awan

Sore tetap datang
seperti biasanya berjalan
menggenapi hari telah pasti

Tulisan Tak Lagi Bermakna 

menulis tulisan di jagat raya
dalam lembaran awan yang berarak-arak
meski tak indah lagi
segala permainan coretan
tertuang tanpa makna

Merangkai Hari
pada mata , menatap
hati membatu , mengeras
kaki kaku, melangkah
otak membeku, berpikir

mengumpulkan kejadian
dalam langkah kembali
pada kefanaan : pasrah

Padhepokan djagat djawa, magelang 3062017

*) Triman Laksana, menulis dalam bahasa Jawa dan Indonesia. Tahun 2017, bukunya ìSang Pewarisî menjadi Pemenang Buku Gerakan Literasi Nasional dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud, Tahun 2016, Mengelola Gubug Literasi ìPadhepokan Djagat Djawaî. Tinggal di Soto Citran. Jalan Raya Borobudur Km 1, Citran. Paremono. Mungkid. Magelang 56551.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Triman Laksana
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 20 Agustus 2017

0 Response to "Membaca Isyarat - Permainan Hari - Tulisan Tak Lagi Bermakna "