Percakapan Pohon - Nestapa Bumi - Kota Tanpa Raga - Puisi Gelap | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Percakapan Pohon - Nestapa Bumi - Kota Tanpa Raga - Puisi Gelap Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:00 Rating: 4,5

Percakapan Pohon - Nestapa Bumi - Kota Tanpa Raga - Puisi Gelap

Percakapan Pohon

aku mendengar percakapan pohon
yang terbawa desir angin
dari arah perbukitan
percakapan gelisah membuncah
atas nasib mereka, yang sebentar lagi
berakhir di tangan para penjarah

aku mendengar deru gergaji mesin
menenggelamkan tangisan pohon
yang tak mampu meronta
airmatanya menganaksungai, panjang
berhenti di samping aku berdiri

aku menemukan jejak perompak
dan jejak roda-roda besar
melintas desa-desa, menyelinap ke kota
mengantarkan tumpukan harta
kepada penguasa

2017

Nestapa Bumi

sepagi ini matahari sudah terik,
sengatnya nyaris membakar tubuh bumi
tiada lagi embun
yang menggelayuti daun-daun
air telah meninggalkan rahimnya
menenggelamkan kota-kota
dan hamparan sawah

bumi yang sendiri
ditinggalkan pohon-pohon
menangis
airmatanya asap

sepagi ini, penjarah sudah datang
membawa gergaji mesin
bisingnya runtuhkan kesunyian
meski diam, bumi menyimpan semua jejak
merekam wajah para penjarah

2017

Kota Tanpa Raga

- eko tunas

menapak kota ini
aku seperti membaca peta buta
segala arah berakhir di titik yang sama
setiap tanda adalah jebakan
yang menenggalamkanku
pada puing waktu

kota tanpa raga,
dihuni banyak mata, tanpa cahaya
tetatih aku menyusur
mengikuti sayup angin
memanggil gelombang
untuk kembali pulang

2017

Puisi Gelap

puisi ini puisi gelap
tentang cahaya yang kurampas
dari matahari
tentang pekat malam penuh misteri
sunyi sepanjang waktu
jarum jam hanya sesekali berdetak
dan alunan mantera bergema
mengerak di dinding bisu

puisi ini puisi gelap
tentang tuhan yang terperangkap
dalam jaring kebenaran yang dibangun
atas dasar pembenaran
tentang biadari kesepian dalam ruang sunyi
menunggu malaikat pulang pesta

puisi ini puisi gelap
tentang hidup sekumpulan mata
yang tak pernah berkedip mencari cahaya
mata yang kehabisan ronanya

puisi ini puisi gelap
tentang surga yang kusulap
menjadi neraka
di saat orang-orang berdiri
mengantri untuk masuk ke dalamnya

2017

- Joshua Igho, lahir di Magelang, bergiat dalam kajian sastra dan musikalisasi puisi. Karya-karya terbaruya terhimpun dalam Karmina Indonesia, Seribu Haiku Indonesia, dan Dari Negeri Poci. (44)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Joshua Igho
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" edisi Minggu 13 Agustus 2017

0 Response to "Percakapan Pohon - Nestapa Bumi - Kota Tanpa Raga - Puisi Gelap"