Sonetarium - f/1.8 | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Sonetarium - f/1.8 Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:00 Rating: 4,5

Sonetarium - f/1.8

Sonetarium

Tak perlu tunggu aku di kalimat terakhir sajak ini.
Aku tak berada di sana,
dan tak ada di mana-mana.

Aku telah mengakhiri diri sendiri jauh sebelum kata pertama.
Sajak ini adalah balon yang lepas ke udara
dari genggaman tangan kanak-kanak
yang ditinggalkan ibunya.

Jangan menangis dan tertawa
bersama sajakku.
Aku tak berada di sana
dan kau sendirian belaka.

Aku telah meninggalkan seseorang sebelum tunai mengantarnya.
Sajak ini adalah tiket yang dirobek dua
demi sebuah tujuan yang tak pernah direncanakan.
Sementara pulang dan kembali tak pernah sepadan.

Jangan tunggu aku di kalimat terakhir sajak ini.
Aku tak bersembunyi di balik tanda baca.
Mengertilah sebelum sampai tanda tanya,
dan berhentilah sebelum tiba pada koma,
karena aku tak berada di sana.
Aku tak berada di sana.

f/1.8

Aku tangkap kau
dengan mata terbuka!
Di hadapanmu, pupilku sempit dan lebar seketika.
Sebagai sebuah kenangan, kau akan menjelma.
Menetaplah pada ingatanku,
bukan sepintas saja.

Di sana, segala yang bisa aku dapatkan
adalah segala yang ada padamu.
Aku mencintai tepi tubuhmu
yang pekat dan suram membayang
sebagaimana aku memuja waktu
yang berhenti satu kedipan.

Bagaimana kita bisa mendoakan keabadian
sementara kesementaraan selalu bergantian.
Bagai kereta cepat atau seperti pos kilat
yang bergegas menuju sebuah alamat.

Aku ingin nikmat yang sesaat.
Aku ingin bergegas dengan lambat.
Tapi segala di luar tubuh kita lewat
tak lagi bisa kutangkap dan kucatat.

Yang tersisa hanya kau dan aku kini
berdiam di antara terbit-tenggelam matahari,
dan berharap ada yang bisa abadi.

Maka untukmu,
demi diafragma dan satu per seribu masa.
Aku tangkap kau
dengan cahaya!





Arif Rizki lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 1987. Alumnus Jurusan Sastra Inggris Universitas Negeri Padang. Menatap dan bekerja di Padang.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Arif Rizki
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kompas" edisi Sabtu 5 Agustus 2017

0 Response to "Sonetarium - f/1.8"