pengembara - wali - ada saatnya - bahagia - proses - duduk - masa lalu - bertanam | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
pengembara - wali - ada saatnya - bahagia - proses - duduk - masa lalu - bertanam Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:00 Rating: 4,5

pengembara - wali - ada saatnya - bahagia - proses - duduk - masa lalu - bertanam

pengembara

kita adalah pengembara hamparan bumi
kita adalah pengembara sengat matahari
kita adalah pengembara redup bulan
karena itu
jangan menunggu pagi bila kau hirup udara malam
jangan harap siang menjelang kala pagi bersinar
manfaatkkan sempatmu sebelum sempitmu
manfaatkan sehatmu sebelum sakitmu
manfaatkan hidupmu sebelum matimu

wali

maukah engkau menjadi yang tak tertuding telunjuk?
maukah engkau menjadi yang tak teraba dalam gelap?
maukah engkau taat daalam terang dan tersembunyi?
maukah engkau taat dalam sempat dan sempit?
maukah engkau menemukan nasib dalam rukuk dan sujud?
maukah engkau menemukan nasib dalam duduk dan berdiri?
bersabarlah, maka engkau akan menerbitkan iri hati di anta-
ra walinya

ada saatnya

makan akan terasa lezat bila kita dirundung lapar
hidup akan terasa bahagia bila kita dirundung sedih
mungkin karena itulah ujian diturunkan untuk kita

bahagia

saudaraku, berbahagialah engkau yang dibutakan
karena engkau lebih bisa melihat dengan mata hati
saudaraku, berbahagialah engkau yang dibisukan
karena engkau sesungguhnya dihindarkan dari dusta, fitnah,
daan ghibbah
saudaraku, berbahagialah engkau yang ditulikan
karena engkau dijauhkan dari buruknya prasangka
saudaraku, berbahagialah engkau yang dilumpuhkan
karena engkau tidak akan melangkah ke tempat-tempat maksiat

proses

ibnu taimiyah mengubah lembaran kertas menjadi kitab di
balik terali besi
as-sarakhsi mengubah lembaran kosong menjadi buku kala
dikurung di dasar sumur
malik ibn ar-raib mengubah rangkaian kata menjadi keinda-
han syair saat didera penyakit
ibnu atsir berhasil menyelesaikan jami'ul ushul dan an-nihay-
ah setelah dipecat dari jabatan
haruskah kita diterpurukkan untuk bisa mengubah batu men-
jadi emas?

duduk

duduklah di atas tanah, maka engkau tidak perlu takut terjatuh
hari ini hari kita
bila kita dapat makan nasi hangat daan harum hari ini
apakah kita akan makan nasi kemarin?
atau menyantap nasi esok yang belum tentu ada

masa lalu

matahari terbit di ufuk timur dan tenggelam di ufuk barat
air mengalir menuruni gunung menuju pantai
buah jatuh menghantam tanah
mereka tak pernah melawan sunatullah
masihkah kita enggan melepas masa lalu?

bertanam

siramlah benih yang baru kau tanam dengan lembut
jangan kau semprot
karena ia akan tercerabut

Yuli Setyo Budi, penyair tinggal di Surabaya

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Yuli Setyo Budi
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Jawa Pos" akhir Minggu 10 September 2017

0 Response to "pengembara - wali - ada saatnya - bahagia - proses - duduk - masa lalu - bertanam"