Di Tanjung Perak | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Di Tanjung Perak Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:00 Rating: 4,5

Di Tanjung Perak

Di Tanjung Perak

Subuh, tubuh menggigil
Suara riuh di ruang tamu
Ayah dan ibu bersiap berangkat ke tanjung perak
Mengawali matahari berjumpa dengan pagi

Tanjung perak
aku adalah anak yang malang
menyambut pagi tanpa kecupan mereka di kening
mereka lebih bersemangat berdoa di perahu
Sambil menyibukkan diri memanggil orang-orang yang lewat
Di perahumu ada asaku untuk menggapai mimpi dengan sesuap nasi
Berilah rezeki kepada mereka

Tanjung perak
Ayah dan ibu tidak pernah memangkal jarak denganmu
Aku tau!
Aku mengerti!
Sebelum tidur kami berdoa tentang kebaikanmu
Kami berteriak
Kami lahir dengan wajah yang sumringah
Bernasib buruk
Mencari kebaikan orang-orang yang ingin menyeberang

Para pedagang bersatu
Dengan perahu kecil dan besar
di abad ke-20 Ir. W.B. Van Goo
Mendatangkan Prof. DR. Kraus dan G.J. de Jong dari negeri kincir
Merancang pembangunan
Menyulapmu ”Tanjung Perak” menjadi surga
Orang bergembira menikmati segar angin laut
Mengais rezeki

Tanjung perak gerbang laut
Menunda kesakitan
Memangkal kesedihan

Tanjung perak
Emas
Perak
-Masyarakat jawa timur

Tanjung perak
Perahu ekonomi
Disemua musim

Hidup kami berlabuh di pelabuhan tanjung perak
Yang membiayai sekolah
Yang memberi pakaian baru di hari raya

Tanjung perak dengan lautnya yang tenang
Menjadi rumah bagi orang-orang yang malang
Doa-doa bagi anak yang kelaparan

Yogyakarta, 2017

*) Rudi Santoso, lahir di Sumenep. Pendiri Kominitas Gerakan Gemar Membaca dan Menulis (K G2M2) di LPI Nurul Hidayah Sumenep. Penulis buku puisi ”Kecamuk Kota” (Halaman Indonesia 2016)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Rudi Santoso
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu, 10 September 2017

0 Response to "Di Tanjung Perak"