Kopi Sore - Ayat-Ayat Pamijahan - Ayat-Ayat Cipatujah - Ayat-Ayat Ciwalini - Kubur | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Kopi Sore - Ayat-Ayat Pamijahan - Ayat-Ayat Cipatujah - Ayat-Ayat Ciwalini - Kubur Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:00 Rating: 4,5

Kopi Sore - Ayat-Ayat Pamijahan - Ayat-Ayat Cipatujah - Ayat-Ayat Ciwalini - Kubur

Kopi Sore

Hujan mencegat langkahku ke rumahmu dan aku tersesat di sebuah café dengan secangkir kopi tanpa es dan gula.

Sore itu seperti sore hari ini; aku ingat secangkir kopi kau teguk dengan mata terpejam, seakan menolak cahaya. ’’Aku hidup, meruang mewaktu!”

Kau bilang saat itu. Kopikah yang menyelamatkan hidupmu dari tenung gila? Kopikah yang mengobati penyakitmu hingga kau bisa membaca dan menulis malam hari?

Sore ini ingin benar hujan cepat usai. Ingin benar aku di sisimu; minum kopi bersama. Hidup bersama, melambung bersama ke arahNya

Ayat-Ayat Pamijahan 

/1/
Syeh Abdul Muhyi menyebarkan agama Allah tanpa lelah. Jejaknya kini diziarahi banyak orang: yang mencari ilmu dan berkah bagi hidup yang kian condong ke arah kubur.

/2/
Allah itu nyata ada dan mengada tak mungkin tiada; tak mungkin fana layak manusia.

/3/
Allah itu Maha Awal sekaligus Maha Akhir suci dari segala sifat manusia. Ia Maha Suci

2015 

Ayat-Ayat Cipatujah 

/1/
Di sini ombak senantiasa berdebur ke pantai dan pesisir. Angin senantiasa berhembus menghapus udara panas di tubuhku

/2/
Siapa bilang debur ombak hanya gerak air semata di lautan? Tidak. Ia adalah dzikir alam mengagungkan adaNya tanpa lelah tanpa istirah

/3/
Di pasir pantai ini ada jejakku dihapus lambak dan ombak; ada ayat-ayatNya diwirid angin dan serangga malam. Ada air mataku; memujiNya; ya Allah

2015 

Ayat-Ayat Ciwalini 

/1/
Sejuk udara pegunungan meresap ke dalam tubuhku; hijau pohon teh adalah huruf alam menyimpan sejuta makna saat kau dan aku saling meneguhkan hakihat kehidupan

/2/
Di kolam air panas aku menemukan selembar daun hijau toska di kedalaman; sehijau cintamu dalam hatiku. Hijau daun yang menyerap cahayaNya. ’’Aku milikmu semata,” demikian kau bilang dan aku bahagia

2015 

Kubur

Bahwa alam kubur nyata adanya; menentukan hidupmu.
Adakah kiranya kau bahagia, atau susah: di sana?
Cahaya iman seterang nur alquran dirindu umat.
Sungguh sorgaNya dirindu para nabi dan juga kau

2016

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Soni Farid Maulana

[2] Pernah tersiar di surat kabar "Jawa Pos" edisi Minggu 3 September 2017

0 Response to "Kopi Sore - Ayat-Ayat Pamijahan - Ayat-Ayat Cipatujah - Ayat-Ayat Ciwalini - Kubur"