Tertahan di Jatinegara - Kota tua - Pencarian - Memburu | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Tertahan di Jatinegara - Kota tua - Pencarian - Memburu Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:00 Rating: 4,5

Tertahan di Jatinegara - Kota tua - Pencarian - Memburu

Tertahan di Jatinegara

kami tertahan dan memeluk hangat tanah jati negara
sebab kereta yang kami tumpangi
tak mampu menembus malam
menuju senin yang gelisah

ada sisa kabut di kelopak mata
ada sisa dingin di saku celana

di atas rel, kami saling menatap langit yang merah
menjala gelisah. Kretek demi kretek ludes
di bakar payah
ìini sudah lebih dari waktu yang dijanjikanî
ìselembar tiket adalah senyum mantan
yang tak dapat memastikan jalur masa depanî
ucap seorang kakek.

ya, beginilah jalan menuju ibu kota
tak semulus paha para janda.

Jatinegara, 2017

Kota tua

nama-nama yang tegak jadi sejarah
melebur ke dalam doa-doa yang hening

Jakarta, 2017

Pencarian

aku telah memutuskan berhenti mencarimu
sebab aku tahu kau tak melekat di benda-benda,
di semilir angin, di gemericik air.
kini aku tinggal masuk ke dalam diriku,
menjumpaimu seutuhnya.

aku telah memutuskan bercerai dengan tapak kaki,
sebab aku tahu kau bukan jarak,
semesta yang luas atau jalan yang berliku dan panjang.
kini aku tinggal membenarkan letak nafas,
musim yang berantakan di kepala, posisi duduk di sampingmu,
di mana kau mengaduh dan berkeluh kesah
tentang rindu, waktu dan siapa kita sebenarnya.

Latar, 2017

Memburu

aku dan waktu sama memburumu
siapa yang lebih cerdik menculik kenangan
siapa yang pantas jadi pemenang
jika aku terpaksa mengabu
sebab panas api rindumu
serta puisi-puisiku pedih melilit lidahmu
kalimatnya menusuk matamu
di situ aku abadi sebagai doa
yang melekat di ingatan sepanjang usia
sementara waktu akan tetap begitu
—mengulang sesuatu yang sebenarnya tak ada.

Jakarta, 2017

*) Anwar Noeris, lahir di Sumenep, Madura. Menulis puisi, cerpen, dan esai budaya.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Anwar Noeris
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Senin, 4 September 2017

0 Response to "Tertahan di Jatinegara - Kota tua - Pencarian - Memburu"