Berat Sebelah - Peta - Nonton Sulap | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Berat Sebelah - Peta - Nonton Sulap Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:00 Rating: 4,5

Berat Sebelah - Peta - Nonton Sulap

Berat Sebelah

Di tobong sirkus
lelaki itu berjalan di kawat
memikul galah

Sorot lampu
berpantulan di tubuhnya
sorak-sorai
mengiring langkahnya

Ia berhenti di tengah
ketika galah miring
berat sebelah

Lampu mati
orang-orang pun tak sanggup
melihat lagi
bahkan pada diri sendiri

Dan pertunjukan
dilanjutkan esok hari
tak ada yang tahu

Apakah ia jatuh
atau tetap berdiri
2017

Peta

Aku pilih jalan
untuk mengusung ketenangan
di pos paling ujung
kubiarkan segala percakapan
tewas
menumpuk seperti barisan
nisan
di pekuburan

Tak ada lagi sisa waktu
untuk mendengar dongeng
ini-itu
sebab telinga terlalu sempit
menampung cerita
yang benar-benar tak ada
benarnya

Lihat,
rumah yang kutinggalkan
pintunya terbuka
siapa pun bisa jadi penghuninya

Waktu semakin mepet
untuk melipat senja
jalan sejarah
sarat rekayasa
sekusut kain belaco
tak pernah diseterika

Maka
kupilih jalan lempang saja
sebagai gerbong
yang melintasi relnya
sebagai tubuh
yang melepaskan baju kotornya

2017

Nonton Sulap

Tokoh itu keluar
dari tabir jubah hitam
menyembunyikan tubuh
dan jati dirinya

Berulang-ulang
ia melambaikan tangan
memastikan kekosongan
dari topi lakennya

Abrakadabra
Abrakadabra

Seekor ular besar melongok
di kepala
persis mahkota
lidah menjulur merah menyala
menjerat penontonnya

Aku pun tertawa
menyaksikan permainannya
benar-benar sempurna
sebab sisik pun
bisa diubah emas bercahaya

2017

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Dedet Setiadi
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 8 Oktober 2017

0 Response to "Berat Sebelah - Peta - Nonton Sulap"