Hujan Pertama Bulan Oktober - Sajak Pendek Malam Muharam - Percakapan yang Tak Pernah Rampung Diucapkan | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Hujan Pertama Bulan Oktober - Sajak Pendek Malam Muharam - Percakapan yang Tak Pernah Rampung Diucapkan Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 04:00 Rating: 4,5

Hujan Pertama Bulan Oktober - Sajak Pendek Malam Muharam - Percakapan yang Tak Pernah Rampung Diucapkan

Hujan Pertama Bulan Oktober

hujan yang turun semalam
menyisakan jalanan yang lenggang
jejak-jejak samar yang menguap
bersama sinar matahari pertama
selusin kenangan tentang kemarau
yang tak habis musim

dalam sisa kuyup hujan
tubuhmu menjelma belukar di tegalan
serupa kesabaran petani
aku mencoba menanam mawar
di belantaranya yang lebat dan diam
kelopak merahnya biarlah kelak mekar
bersama hujan pertama
yang menyambangi tanah

ada yang tertinggal dan ditinggal
yang pada malam suka berkisah
tentang selusin kenangan
gugur bulan kuyup hujan
dan kunang-kunang perlahan hilang malam

Ngawi-Malang, 2017


Sajak Pendek Malam Muharam 

ada yang khusuk memeluk malam
gaung doa merajut sunyi jadi bunyi bunyi jadi sunyi
aksara-aksara pecah bertebaran jadi mantra
betapa tak berjarak doa dan dosa

dan dada mendadak jadi purnama

Ngawi, 016/017


Percakapan yang Tak Pernah Rampung Diucapkan

pada subuh yang rapuh mendengarkan lagu dangdut di
warung kopi pojok dermaga
selepas malam yang gelisah bersama kelebat bayang dan ke
nangan
masih kuingat warna helai rambut dan ruap keringatmu
seusai percakapan tak tuntas-tuntas
telah kita ciptakan pasang surut sebuah lautan
kita mencoba sembunyi di palungnya yang diam dan dalam
menyimak bagaimana sepasang camar mencebur alun
bermain-main ujung gelombang lalu sembunyi di celah celah
karang

berbatang kretek telah kubakar bercangkir kopi telah diseduh
tetap saja warna helai rambut ruap keringatmu berkelebat
bersama percakapan yang tak pernah rampung diucapkan

Ngawi, 015/016

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Tjahjono Widijanto
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 29 Oktober 2017

0 Response to "Hujan Pertama Bulan Oktober - Sajak Pendek Malam Muharam - Percakapan yang Tak Pernah Rampung Diucapkan"