Lelaki Paruh Baya di Depan Pintu - Sampah di Tepi Trotoar - Kembang Mawar - Wayang Air | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Lelaki Paruh Baya di Depan Pintu - Sampah di Tepi Trotoar - Kembang Mawar - Wayang Air Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 00:04 Rating: 4,5

Lelaki Paruh Baya di Depan Pintu - Sampah di Tepi Trotoar - Kembang Mawar - Wayang Air

Lelaki Paruh Baya di Depan Pintu

pada setiap senja
menunggu malam di depan pintu
lelaki paruh baya berbaju putih
sendiri dalam sepi

sering kali malam tiba-tiba larut
lantas sebelum beranjak
dia memandang ke langit

senja berikutnya,
lelaki paruh baya di depan pintu
kembali menunggu malam hingga larut
dengan segelas air putih keruh berwarna
lantas beranjak lagi, memandang langit kembali

begitulah puluhan senja terhabiskan

lelaki paruh baya di depan pintu
tanpa kata tanpa suara
lantas, malam larut tertelan bersama gelas kosong
lelaki paruh baya di depan pintu

terbujur kaku

Saigon, 30 Agustus 2017

Sampah di Tepi Trotoar

sampah-sampah di trotoar
berserak
lalat-lalat bertebar
di depan toko
penjaja makan

gadis telanjang keluar
pintu kamar

mengamuk di tepi trotoar
mengais-ngais sampah,
memakan dan menelannya

lalat-lalat terbang
bingung
akan mencari makan di mana.

Saigon, 20 Agustus 2017

Kembang Mawar

Perempuan-perempuan bertangkai mawar
dalam penjara-penjara kamar
melingkar

Duri-duri hangat menusuk
pada lapisan sumsum-sumsum hasrat
bau-bau busuk,
tiap kelopaknya terikat

Kembang mawar tak bisa
menyapih dirinya dan sekawanan tangkainya
jika telah tertabur
di atas pusara-pusara hatinya

perempuan-perempuan bertangkai mawar
terdiam
melingkar

Saigon, 30 Agustus 2017

Vietnam Rose adalah julukan bagi perempuan Vietnam pada waktu perang. Mereka dianggap sebagai budak seks oleh tentara Amerika Serikat.

Wayang Air

jika
lakon-lakon
tenggelam
dalam air

dan
tarian api menghiasinya,
lantas,
ke mana mereka mencari cerita?

Saigon, 10 Agustus 2017

Wayang air adalah wayang khas di Vietnam yang dimainkan di dalam air.

Wati Istanti, sfaf pengajar Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang. (44)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Wati Istanti

[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" edisi Minggu 1 Oktober 2017

0 Response to "Lelaki Paruh Baya di Depan Pintu - Sampah di Tepi Trotoar - Kembang Mawar - Wayang Air"