Retorika - Kabut - Dalam Puisi-Puisi Imitasi | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Retorika - Kabut - Dalam Puisi-Puisi Imitasi Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 04:30 Rating: 4,5

Retorika - Kabut - Dalam Puisi-Puisi Imitasi

Retorika 

Pernah kau bertanya
pada tiang antena televisi
yang berdiri di depan pintu kamarmu
tentang gelombang cinta
yang selalu terangkum
oleh indra ciumnya?

Kabut

Gigil embun lalu bersimpuh di cekung nafasmu yang penuh teka-teki
Mengeja setiap hela dengan seribu bahasa tak tersurat

Seperti emotikon berkeliaran pada layar gawai
Yang lahir dari rahim industri kapitalis di negara sosialis
Bahasa ternikmat yang berkelindan
Di lidah licin pemburu matahari bermata gelap

Nafasmu yang bernas melahirkan kata-kata bersayap
Penuh kabut dengan makna tak terperi menyelimut

Seperti rembang malam yang selalu menyergap dengan tanda tanya
Bilakah malam yang datang dengan senyum mengembang atau penuh
luka meraja

Dalam Puisi-Puisi Imitasi 

-Dimas Indiana Senja

Menemuimu di pinggiran Yogya
Mungkin kita bisa menebang matahari
Yang teriknya melekat di kepala
Kata-kata dan tegur salam
Hanya tersirat di lempeng senyum
Dan di gerak-gerik bola matamu

Bumi terus berputar asyik sendiri
Tak peduli kau semakin berumur
Kumis mulai tumbuh di teritis bibirmu
Dan kau masih asyik pula sendiri
Bercengkrama dengan pacar imitasi
Yang kau cipta di dinding facebook
Yang sering kau ajak curhat dengan kata puitis
Dan dia tak pernah memintamu kapan menikahinya

Dan matahari semakin membawaku berlari
Untuk segera meninggalkanmu lagi
Membiarkanmu semakin larut bermimpi
Tenggelam dalam puisi-puisi imitasi

*) Ryan Rachman, lahir di Kebumen, 12 Januari 1985. Tinggal di kaki Gunung Slamet Dusun Bukung RT 18 RW 9 Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Jateng. Bergiat di KomunitasTeater dan Sastra Perwira (Katasapa)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Ryan Rachman
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 22 Oktober 2017

0 Response to "Retorika - Kabut - Dalam Puisi-Puisi Imitasi "