Ketika Kaki Bicara - Kau - Jembatan Mberok - Sajak Mantan Presiden | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Ketika Kaki Bicara - Kau - Jembatan Mberok - Sajak Mantan Presiden Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:30 Rating: 4,5

Ketika Kaki Bicara - Kau - Jembatan Mberok - Sajak Mantan Presiden

Ketika Kaki Bicara

: Ibu Patmi
ketika kata-kata cuma hoax
ketika janji-janji cuma hoax
ketika undang-undang cuma hoax
ketika hukum cuma hoax
wahai penguasa yang menyembah uang!

pemimpin negara cuma alas kaki kapitalis
pemimpin partai cuma alas kaki kapitalis
wahai penguasa yang bangkai petani!

mata kalian melek tapi telah buta
telinga kalian bolong tapi telah tuli
hati kalian masih tapi telah mati

kalian sudah lupa
surge di bawah telapak kaki ibu
kalian tidak bisa mendengar
ketika kaki ibu bicara
menuntut keadailan dan kehidupan!

ketika kaki Ibu Patmi bicara
suaranya berkumandang ke nusantara
suaranya menembus dinding langit
hanya orang-orang zalim
hanya pejabat-pejabat bejat
yang tidak bisa mendengar!

harimau mati meninggalkan belang
Ibu Patmi mati meninggalkan nama
Namamu terpahat di Pegunungan Kendeng!

Indonesia, 22 Maret 2017

Kau

: pelesetan puisi Chairil Anwar

Bila tiba saat kau
kau mau semua orang memburu
termasuk aku

Perlu daya tipu itu

Kau ini binatang uang
dari kumpulan kapitalis internasional

Biar puisi membidik jantung kau
Kau tetap memangsa menerkam

Uang dan tabungan kau bawa berlari
Berlari ke luar negerihingga KPK mati suri
Dan kau akan melebihi anjing gila

Kau mau korupsi seribu tahun lagi!

28 April 2017

Jembatan Mberok

Di atas jembatan mberok
saya memandang senjakala Indonesia
Kekayaan alam adalah jembatan emas
menuju kemakmuran rakyat
Tapi jembatan emas itu telah digadaikan
seumur hidup penguasa kapitalisme
Kaum tani, nelayan, kuli, dan kere merangsek
titian rambut dibelah tujuh
tergerus arus sungai kapitalis!

29 Juni 2017

Sajak Mantan Presiden

: Barack Obama

bagai mendirikan shalat malam seribu rekaat
presiden musti melihat ke bawah
mencium tanah
rakyat

bagai mendirikan seribu candi dalam semalam
presiden musti mengangkat batu
mengubah batu
nasi

bagai esok hari mau mati
presiden musti meninggalkan warisan
bukan utang
ideologi

1 Juli 2017

- Basa Basuki, alumnus Jurusan Sastra IndonesiaFakultas Sastra (kini Ilmu Budaya) UniversitasDiponegoro Semarang. (44)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Basa Basuki
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" edisi Minggu 19 November 2017

0 Response to "Ketika Kaki Bicara - Kau - Jembatan Mberok - Sajak Mantan Presiden"