Pohon - Jantung - Rambut Malam Mengurai Panjang - Pelukis dan Sekuntum Kembang - Telaga | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Pohon - Jantung - Rambut Malam Mengurai Panjang - Pelukis dan Sekuntum Kembang - Telaga Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:00 Rating: 4,5

Pohon - Jantung - Rambut Malam Mengurai Panjang - Pelukis dan Sekuntum Kembang - Telaga

Pohon

pohon meranggas
ranting dahan tanpa
hijauan;

daun,
daun,

tentang pohon yang telanjang?

2015

Jantung

jantung

jantungku
jantungku

kupegang dada seperti tak
ada degub begitu lembut detak
kuraba-raba tubuh
tak ada sesuatu yang terasa aneh

aku belum akan mati, kan

tak tahu kepada siapa kutujukan
pertanyaan

2015


Rambut Malam Mengurai Panjang 

malam melepas ikatan rambutnya
mengurai panjang hitam mengkilat
menjerat nadi kota

aku melangkah pulang

tak lagi berbagi tak ada lagi
yang bisa dibagi

kesepian kujadikan sesaji di perempatan
mewangi dupa tubuhku nyala

aku tetap melangkah pulang sambil
mencari
bayang yang hilang di persimpangan
di awal-awal kepergian

2015

Pelukis dan Sekuntum Kembang 

pelukis dan sekuntum kembang

lukisan dan kembang disandingkan, dijauhi
didekati,
dipandang, -persis sama.”

sambil sesekali menyedot rokok yang ting
gal ujungnya
sang pelukis menatap lukisan dan kem
bang,
tiba-tiba,” masih ada yang kurang, warna
aslinya.”

       sang pelukis merebah, dadanya
bertatoo perempuan
       tanpa busana dengan sekuntum
kembang
       mekar di antara pangkal paha;

       ada bunyi ting gelas terguling tersentuh
tangan, kopi tumpah

sang pelukis dirambati senja.

2015

Telaga

menjelang senja diam-diam
kau mulai kulupakan

berdiri di bibir telaga menatap
permukaannya seakan diam begitu tenang
memancar aura kedalaman

angin menyingkir tak ingin mengusik

keheningan telaga
lamat-lamat kudengar suara

” aku di sini, turunlah ke telaga, nanti kita
bersama
berjalan-jalan di dasarnya”

tiba-tiba bayanganmu nampak di per
mukaan
aku digoyang-goyang keraguan

2016

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Dharmadi
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 5 November 2017

0 Response to "Pohon - Jantung - Rambut Malam Mengurai Panjang - Pelukis dan Sekuntum Kembang - Telaga"