Pulanglah ke Rumah - Musim Saat Ini - Sayang - Melupakan Cinta Pertama - Anak-Anak | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Pulanglah ke Rumah - Musim Saat Ini - Sayang - Melupakan Cinta Pertama - Anak-Anak Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:00 Rating: 4,5

Pulanglah ke Rumah - Musim Saat Ini - Sayang - Melupakan Cinta Pertama - Anak-Anak

Pulanglah ke Rumah

Bunga,
ada dua
merpati terbunuh, untuk menghidupkan sepa-
sang sayap
lain
aku akan
mati, dan akan mencuri kematian dalam tubuh
lain
aku salah.

Bunga,
kini semua
bertarung.
Berebut
kuasa
dan
pengkhianatan merajalela.

Aku,
rindu yang
panjang akan perdamainan,
mengundang
banyak kesalahpahaman
aku
merindukan rasa iba dan kasih dalam setiap diri
di tengah
maraknya rasa haru dan tega

Ayo pulanglah ke rumah.


Kudus, 2017


Musim Saat Ini

Bunga,
hari-hari
ini begitu menguras air
dari atas
dan badan
sementara
hati kita masih saja tanpa iman
seperti
ladang tanpa hijaunya ilalang.

Sepi dalam
puan api
seperti
waktu ke waktu tiba
dan
mempertemukan.

Bunga,
dengarkan
aku
kata-kata
tak cukup kuat untuk melindungi
tulang-tulang
rusuk
seperti yang
telah kita saksikan di negeri ini.


Aku tak ingin kamu sakit seperti hati negeri ini.

Kudus, 2017


Sayang

Bunga,
apa malam
kita, saat tua nanti akan berbeda?
di negeri
ini kuperoleh gelap langit
dan sepi
sekali.

Kudus, 2017


Melupakan Cinta Pertama

Bunga,
saat hujan
datang
saat itu
buatku melupakan cinta pertama

Di rumah
kini, cuma tanah merah
selang
waktu, berlumur darah
lalu hanya
untuk mengenangmu.

Di sini
hujan reda,
di negerimu
hujan deras
namun
dinginnya sama.

Kudus, 2017


Anak-Anak

Bunga,
semua
menggenggam warnanya
bukan
kelabu, tapi warna pelangi
ini
kebutuhan batin.

Itu katamu.

Kudus, 2017

-  Imam Khanafi,tinggal di Kudus. Tukang kliping koran di Pojok Kliping Kudus, pemred buletin sastra Keloepas. Antologi puisi tunggalnya Percakapan Daun-Daun (2016). Selain menulis puisi, dia
menulis esai dan reportase jurnalisik secara bebas. (44)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Imam Khanafi
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" edisi Minggu 12 November 2017

0 Response to "Pulanglah ke Rumah - Musim Saat Ini - Sayang - Melupakan Cinta Pertama - Anak-Anak"