Rendzevous - Seperti Kenyataan - Pada Sebuah Lanskap - Seseorang Bertanya - Pertanyaan Kecil - Taman - Panayagan - Larik Penghabisan - Kisah | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Rendzevous - Seperti Kenyataan - Pada Sebuah Lanskap - Seseorang Bertanya - Pertanyaan Kecil - Taman - Panayagan - Larik Penghabisan - Kisah Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 05:00 Rating: 4,5

Rendzevous - Seperti Kenyataan - Pada Sebuah Lanskap - Seseorang Bertanya - Pertanyaan Kecil - Taman - Panayagan - Larik Penghabisan - Kisah

Rendzevous

Tiap kali bertemu masa lalu
ada dua hal yang sejatinya
demikian mudah kulakukan:

merangkul pundaknya erat
lalu silih tusuk
dan menyalahkan;

menjambak rambutnya keras
lantas berteriak
saling menertawakan.

Namun entah mengapa
aku urung mampu
melakukannya.

Menatap diri masing-masing begitu lusuh
dan mengenaskan
aku dan masa lalu hanya bisa saling pandang
dan bahagia.

Lalu
tanpa ucapan selamat tinggal
atau isyarat perpisahan yang semestinya
kami biarkan mata kami bertangisan
luruh, dalam hening kenang
perjumpaan.

2017

Seperti Kenyataan

:Quo Vadis Keadilan

Kusimak kau bicara soal semua hal
yang bisa bikin bahagia.

Seperti kenyataan
negeri dan hatiku terluka.

2017.


Pada Sebuah Lanskap

Berkaca di muka jendela
marak cahaya
malam pun menguasai jiwaku.

Jiwa yang pernah memberinya warna biru.

2017

Seseorang Bertanya

Seseorang bertanya
siapa Rose Novia sebenarnya.

Aku diam sonder jawaban
meski bentangan di hadapan
seketika menawarkan berbagai misal
yang gombal:

“Karunia langit Jawa
yang lantaran segaris senyumannya
cinta yang bersisian dengan derita
dapat kutempuh dengan penuh sukacita;

kuning padi pada hidup petani;
kelopak yang mekar
sehabis hening semadi;

cerlang gugusan bintang
di mata pakar antariksa;
ricik hujan mula-mula
sehabis kemarau lama.”

Tampaknya, seseorang masih akan terus bertanya
siapakah Rose Novia sebenarnya.

Aku menunduk dan menggelengkan
kepala—tersenyum
menahan alir perih airmata.

2017

Pertanyaan Kecil

Adakah yang masih berharga
dari rahasia
yang bukan lagi rahasia.

Adakah istilah bagi rasa cinta
yang tak lagi bisa
dinamakan rasa cinta.

Dan sekiranya Tuhan tak ada
benarkah kita
masih bisa bahagia.

2017

Taman

nota buat Zulfa Nasrulloh

Akibat hasrat Majnun pada Laila
kesedihan pun jadi bunga
sepanjang matamu
yang nelangsa.

Betapa ajaib
dan jahat
nasib membikin seorang dara
tersesat di sana
selamanya.

“Kesedihan memang seharusnya jadi bunga,” katamu.

Lalu mawar mekar di mana-mana.
Lalu mawar mekar di mana-mana.

2017

Panayagan

Empat kolam ikan mengepung rumah panggungku
Dua di antaranya adalah warisan dari kakekku.
Empat kolam ikan—dua di antaranya lalu jadi warung
dan kontrakan—tak lagi mengepung rumah
panggungku.

Ibu bilang, kakek terpukul di alam
peristirahatannya yang baru.

2017


Larik Penghabisan

23 November.

Cahaya perak kekuningan
mengarsir langit dan gunung-gunung.

Betapa hangat matamu
menerima kepulangan burung-burung.

2017

Kisah

Jalan setapak
menerabas keheningan
alam benda.

Sesamar suara
lamat-lamat menyingkap
tabir bahasa.

Seekor kuda hitam
jiwaku yang legam
sesaat terpesona
pada pucuk-pucuk cahaya
dan rahasia.

Semacam pucuk-pucuk cahaya
dan rahasia.

Kami pun mengunyah buah mentah
dari pohon pengetahuan
yang goyah.

Mereguk air pertobatan
dari sumbernya yang suci
dan memabukkan.

Tapi setelahnya
meski tak ada kutukan maupun dosa
tak ada sesal atau kalimat pedih dukacita
kami menangis.

Menangisi desis ular di tiap belukar
merayakan keindahan tipu daya.

2017

Zulkifli Songyanan, lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 02 Juni 1990. Kumpulan puisinya yang pertama, Kartu Pos dari Banda Neira, masuk daftar panjang peraih Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 untuk kategori Buku Pertama dan Kedua. Kini bekerja di Yayasan Bale Budaya Bandung

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Zulkifli Songyanan
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 3 Desember 2017


0 Response to "Rendzevous - Seperti Kenyataan - Pada Sebuah Lanskap - Seseorang Bertanya - Pertanyaan Kecil - Taman - Panayagan - Larik Penghabisan - Kisah"