In Memoriam Bambang Darto /1/ - In Memoriam Bambang Darto /2/ - In Memoriam Bambang Darto /3/ - In Memoriam Bambang Darto /4/ - In Memoriam Bambang Darto /5/ | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
In Memoriam Bambang Darto /1/ - In Memoriam Bambang Darto /2/ - In Memoriam Bambang Darto /3/ - In Memoriam Bambang Darto /4/ - In Memoriam Bambang Darto /5/ Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:30 Rating: 4,5

In Memoriam Bambang Darto /1/ - In Memoriam Bambang Darto /2/ - In Memoriam Bambang Darto /3/ - In Memoriam Bambang Darto /4/ - In Memoriam Bambang Darto /5/

In Memoriam Bambang Darto /1/

Tuhan melipat-lipat cahaya
: Roh yang berloncatan
Di dalam kitab suci, hingga
Kau yang memburunya
Tersesat di belantara pekat
Sebagai tangkapan-Nya

Cilacap, 22 Januari 2018

In Memoriam Bambang Darto /2/

Kau yang digerakkan matahari
Tak ubah jarum jam, sekadar
Menyampaikan salam manis
Kepada setiap angka
Sebab dalam hidup, kau
Tak kuasa atas apa dan siapa
Demikian pada anak-anak dan istrimu
Ketika tamu terakhir menjemput
Seperti kereta di stasiun batas kota

Cilacap, 22 Januari 2016

In Memoriam Bambang Darto /3/

Akan dikenang orang-orang
Rambut sepundak berubanmu yang
Tersibak angin, sekadar isyarat
Senja tinggal sejengkal
Di mana Kekasihmu telah menunggu
: Cahaya pada lampu-Nya

Ambang malam mulai kaupahami
Bukan sekelam di dalam kubur
Namun kejinggaan fajar
Bagi pengelana di padang sufi yang
Pulang dengan membawa
Seikat bunga tiga rupa

Cilacap, 23 Januari 2018

In Memoriam Bambang Darto /4/

Di garasi yang dijadikan ruang tamu
Kau sering menukarkan waktu
Dengan secangkir kopi, agar
Piawai memaniskan pahitnya kodrat
Sebelum dipanggul kembali
Menuju senja paling telaga
Di sana tongkat yang
Kau tancapkan akan berubah angsa
Merenangi maírifat-Nya

Cilacap, 23 Januari 2018

In Memoriam Bambang Darto /5/

Di tikungan ke-68, kauberhenti
Ketika langit mengisyaratkan hujan
Waktu berkemas untuk pulang

Sore seusai hujan mengisyaratkan
gerimis
Pulanglah kau tanpa mantel tanpa
payung
Hingga tubuhmu basah dan menggigil

Di rumah yang kaubangun di kaki bukit
Kekasihmu senampak ibumu di masa
kecil
Menghangatkanmu dalam dekap
cinta-Nya

Apa lagi kaurasakan selain damai yang
Tak bisa dipuisikan para penyair,
lantaran
Senja alpa dimaknai sebagai awal pagi

Cilacap, 24 Januari 2018

*)Sri Wintala Achmad, pernah studi di Fak. Filsafat UGM Yogyakarta. Menggubah karya sastra dengan bahasa Inggris, Indonesia dan Jawa. Tinggal di Cilacap Utara, Jawa Tengah.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Sri Wintala Achmad
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 28 Januari 2018

0 Response to "In Memoriam Bambang Darto /1/ - In Memoriam Bambang Darto /2/ - In Memoriam Bambang Darto /3/ - In Memoriam Bambang Darto /4/ - In Memoriam Bambang Darto /5/"