Kau Tersenyum di Bulan Itu - Dzikir Batik - Kali Loji dan Batik | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Kau Tersenyum di Bulan Itu - Dzikir Batik - Kali Loji dan Batik Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 04:00 Rating: 4,5

Kau Tersenyum di Bulan Itu - Dzikir Batik - Kali Loji dan Batik

Kau Tersenyum di Bulan Itu

kutahu rembulan menulis nama-Mu
jauh di lubuk hatiku
sehingga Kau dan aku terpadu
meresap sahdu di kalbu

kutahu Kau tersenyum di bulan itu
tampak halus dan manis madu
indah dan nikmat rasaku

terkejut aku bulan menggoda selalu
bersama malam aku kagum terpaku
bersama malam Kau memelihara tidur

kukutahu rembulan pandai membaca rindu
mendesak membara kental di dadaku
kuhabiskan Kau sampai aku jadi abu
rinduku padat menggumpal mengkristal batu

tapi bulan kini menyembunyikan cintaku
Kau yang kusimpan di dalam tersapu
hilang mengejar malam atas debu
padahal Kau dan aku bukan seteru

kini Kau berusaha menutup rindu
tiang cintaku rapuh oleh waktu
jalan pintuku di dada-Mu berkabut biru

Kau yang kupeluk ternyata bukan lagi Kau
hangatnya sirna, dingin di hujan beku
kenapa Kau asing dari padaku ?

Pekalongan, 17 Januari 2008


Dzikir Batik

demi waktu tahajjud
batik berdzikir, bersujud
pecahlah butir-butir doa, bertasbih
bersama batik orang-orang menghitung subuh
mengumpulkan bibit-bibit cahaya surga.

di dalam batik burung-burung mengggambar
kekayaan
orang-orang yang memiliki angkasa
berpesta di udara, mewah dan indah
anak-anak mempermainkan mega

batik mengantar orang tersenyum
pada Tuhannya
lewat sahadat
rokaat-rokaat sholat

dalam cahaya orang tersenyum bahagia
dalam batik orang ibadah bejamaah
mempercantik sedekah di manis sajadah.

Pekalongan, 21-11-07


Kali Loji dan Batik

potongan kepala batik yang sembab matanya
bengkak telinganya, mengelupas kulitnya
kotor rambutnya
mengalir, tenggelam menyesakkan perut kali Loji

potongan daging batik yang sudah ambrol
mengental dan hitam, busuk baunya
tenggorokan air sakit, matanya pedas
kulitnya gatal, hatinya pedih, jiwanya perih
lambungnya luka.

darah obat batik yang panas meracuni  dada
sungaiginjal air jadi gagal
menyerang jantung jadi bocor
sampai-sampai muntah darah.

air sungai yang sakit parah
oleh tulang-tulang batik diusung ke kuburan
dibunuh dan dimakamkan
tanpa pelayat, tanpa upacara dan doa-doa.

Pekalongan, 5-1-08

- Ghufron Mudalahir di Pekalongan, 28Oktober 1958. Cerpen, esai, dan puisinyatersebar di berbagai media massa. Dia men-jadi anggota Himpunan Penulis Kota BatikHPKB). Pernah kuliah di Fakultas Sastra danBudaya Undip (l980-l984) sampai tingkatskripsi. Kini, dia anggota Forum Lingkar Penadan ketua Komite Sastra Dewan KesenianKota Pekalongan. (44)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Ghufron Mudalahir
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" edisi Minggu 4 Februari 2018

0 Response to "Kau Tersenyum di Bulan Itu - Dzikir Batik - Kali Loji dan Batik"