Kata-kata - Mata Penyair - Telinga Penyair - Gigi Penyair - Sajak - Bahasa - Mulut Penyair | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Senin, 26 Januari 2015

Kata-kata - Mata Penyair - Telinga Penyair - Gigi Penyair - Sajak - Bahasa - Mulut Penyair


Kata-kata

kalau kata-kata kehilangan muara
air kali menjadi bah

bahasa adalah pamrih
aku dan kau berkasih

Penyair  yang Membangunkan Kamar Tidur

bangun! bangun! bentak penyair nyingir
dan kamar tidur tetap mendengkur

(ia tidak ikut tidur
berusaha tidak tidur)

mimpi-mimpi lelap
suara-suara penyair menguap
dilihatnya kata-kata berceceran di lantai
dan juga di sprei
bekas mimpinya sendiri menyetubuhi mimpi


MataPenyair

mata penyair (temanku) gemar mengerling
dikira juling
kepada dia banyak yang bingung
dia tersinggung
ke mana arah pandangan yang sebenarnya

orang-orang enggan menatap
barangkali saling kehabisan harap

Telinga Penyair

telinga penyair (temanku) tajam
seperti pisau yang kacau
mencari-cari suara disamarkan bahasa
bahasa yang setajam telinganya

kalau tidur gemar iring mendekap guling
ketika bangun tidur bantalnya rusak
lalu semuanya dianggap rusak
atau telinganya sendiri yang rusak?

Gigi Penyair

gigi penyair (temanku) besar-besar
kalau berbicara sering bau menyengat
karena giginya memang jarang disikat
sikat giginya sudah pernah dipakai teman lain
lalu dia tak mau pakai
lalu dia tega membiarkan berdebu

tetapi gigi temanku yang penyair
tak ada yang runcing seperti gigi drakula
tetapi gigi temanku yang penyair tidka menakutkan
sebab drakula bagai hilang atau dihilangkan?

Sajak

sajaklah yang membuat penyair tidur nyenyak
membawanya mimpi sambil mendekap bahasa

dengkur penyair menjadi magma

Bahasa

bahasa adalah hidup
tak sanggup kesepian atau sendirian

bahasa diterbangkan diharap jadi hujan
semua tambah segar
anak-anak tak bertengkar
tak ada debat berantakan

apakah bahasa mulai sirna
kueja tanda-tanda

Mulut Penyair

mulut penyair (temanku) sering berbusa
kalau sedang bicara
teman-teman lain menghindar takut kecipratan
lalu teman-teman lain memilih diam
bicara dengan bisikan
samar didengar samar dalam kamar

Penyair Istirah

di perjalanan lelah panas
berliku pematang mengikuti sungai
penyair istirah di rindang impian
sepoi angin mengelus tengkuk dan pelupuk
lalu terkantuk tak peduli langit muntah

dengkurnya menghembuskan kata
igaunya dipatahkan angin

Penyair Menari

penyair menari meliuk-liukkan kata
bayangannya tak tampak di kaca almari
di kamar tidur pribadi yang sunyi lampu dipadamkan
tanpa jendela

dan lelah mengantar tidurnya


Sunardi KS, menulis sajak, cerpen dan esai.
Buku kumpulan sajak tunggalnya berbahasa Jawa berjudul Wegah Dadi Semar (2012)
Kini tinggal di Jepara, Jawa tengah.


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Sunardi Ks
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" pada 25 Januari 2015

Share:



Dokumentasi Populer



Arsip Literasi