Mimpi Surga - Ritus Insyaf | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Senin, 02 Februari 2015

Mimpi Surga - Ritus Insyaf


Mimpi Surga

Kerap kali kita memimpikan surga
tanpa mau tahu bagaimana perasaan surga
padahal ia tak ubahnya perempuan seksi
yang ingin dimengerti dan dikawini

tak perlu ingus keluar dari hidungmu
tak perlu decak kagum dari bibirmu
ia takkan menjadi lebih rindu
dengan semua itu

mengisahkan pohon berbuah menjuntai
jatuh di tepian sungai. bidadari melambai
serupa lelaki mesum melihat dada bulat
berkisah dengan rekan sejawat

dan apa yang didapat?

Kerap kali kita memimpikan surga
tanpa mau tahu bagaimana perasaan surga
apakah ia memiliki perasaan yang sama
laiknya sepasang remaja tengah jatuh cinta

Garut Selatan, 2014

Ritus Insyaf

Hanya butuh sekelebat pagut mau
demi mengurai hidup karut-kusut
dari dahulu terlihat merengut
terbenam di tong keriput

musafir hanya kenal main-main
main khamr, main judi, main kelamin
doa telungkup berselimut sarung
lupa dibangunkan sampai linglung

sadar perjalanan tanpa bekal
tanpa tunggangan unta gempal
oase hanya imaji
mimpi surga di siang hari

Garut Selatan, 2014

*) Lasinta Ari Nendra Wibawa, lahir di Sukoharjo, 28 Januari 1988. Buku puisinya: Merintis Gerimis (Mujahid Press, 2015) dan Alpha Centauri (2012). Alumnus Teknik Mesin UNS ini kini bekerja di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Bergiat di Komunitas Bait Petir, Garut Selatan.


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Lasinta Ari Nendra Wibawa
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" pada 1 Februari 2015

Share:



Dokumentasi Populer



Arsip Literasi