Air Mata - Di Arah Kiblat - Gadis Cilik Bermata Senja | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Senin, 13 Juli 2015

Air Mata - Di Arah Kiblat - Gadis Cilik Bermata Senja


Air Mata

Akulah cahaya yang menerangi bumi se siang ini, kata mentari. Aku akan melipat
cahayamu di ufuk barat, ujar senja. Sebelum langit malam benar-benar menghampar 
gelap akulah rembulan yang emmancarkan cahaya keteduhan, celetuk rembulan.
Dan akulah bintang yang muncul dengan pendar cahaya, demikian bintang bicara.
Nun di sudut senyap, sebongkah hati mendengar percakapan mentari, senja,
rebulan dan gemintang, akulah yang akan terus bersinar dalam terang dan gelap,
ujar sebongkah hati yang terus-menerus berwudu air mata.

2014

Di Arah Kiblat

Air wudu menetes di mukanya
Kerudungnya tersungkap
Menyembulkan rambunya yang memutih
Dalam hatinya selaksa peristiwa tergambar.

Berpuluh tahun merekam kehidupan
Yang dilaluinya. Tentang tangis
Dan ceoteh riang anak-anaknya..
Perih getir dan bahagia bergantian
Membungkus hidupnya,
Pun ketegaran dan kekuatan.

Pada selembar sajadah ia bersimpuh
Remang lampu kamar, silet diri
Berbalut mukena ia di arah kiblat.

Tangannya gemetar.
Lirih suaranya mengangkat doa
Ke arasy Yang Maha Kudus
Lalu ia eja satu-satu
Nama anak-anaknya.
Mengalir dari kedalaman
Rahim air matanya

2014

Gadis Cilik Bermata Senja

Gadis cilik bermata senja
berkepang dua
kutemui dia
di bawah cahaya semburat jingga.

Dengan sepasang kaki yang lincah
melompat-lompat di tanahlapang berumput
"Menunggu ibu pulang kerja," ujarnya,
saat kutanya, sedang apa.

Suatu sore, tak lagi kutemui dia
gadis cilik bermata senja
yang melompat-lompat di bawah semburat jingga
dengan sepasang kaki mungil miliknya.

Gadis cilik bermata senja
kutemui gambar dirimu
di sebuah surat kabar pagi
dengan sepasang kaki terikat tali
dalam head line "korban baru fedofilia"

Duhai gadis cilik bermata senja

16 Agustus 2014


Heni Hendrayani lahir di Ciamis 17 Februari 1996, Kumpulan puisi tunggalnya yang sudah terbit adalah "Rumah Kupu-Kupu" (Kelir, 2011) dan 'Desis Kata-kata' (Komunitas Sastra Lingkar Selatan 2013). Namanya tercatat dalam buku "Profil Perempuan Pengarang dan Penulis Indonesia" (Kosa Kata Kita, 2012).

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Heni Hendrayani
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" 12 Juli 2015

Share:



Dokumentasi Populer



Arsip Literasi