Mimpi Datang, Mimpi Pergi - Kipas Angin di Surau Tua ~ Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Senin, 28 Maret 2016

Mimpi Datang, Mimpi Pergi - Kipas Angin di Surau Tua


Mimpi Datang, Mimpi Pergi

: untuk Damhuri Muhamad

Tahun yang baru;
setitik peluh di mana mimpi datang, di mana mimpi pergi
disisipkan pelan-pelan untuk dikisahkan lagi
sajak apa musti kutuliskan
pada kepala air anak-anak masa lalu?

Sebuah mimpi kutulis dengan sajak rahasia
waktu langit sepi dan abu malam telah padam
sehelai sajak ini semoga mendinginkan
luka kecil di jari kelingking.

(2016

Kipas Angin di Surau Tua

: untuk Tia Setiadi

Setiap kali kipas angin tua berbunyi
malam menghilang di belakang surau tua
sesekali memutar pelan, dikenalinya angin selatan
seperti memberi arah di mana kesepian tinggal.

Ia siap bertaruh lebih jauh dari masa lalu
untuk sepi yang menepi
saat bayangan Tuhan, lewat sebentar.

Sekian kata digali dari kitab lama di surau tua
kenali lembar paling usang kecokelatan:
tempat semua tangan mencari pegangan.
(2016)

Didik Siswantono lahir di Surabaya dan bekerja di Jakarta. Ia mengelola Komunitas Sastra Kanusa di Serpong, Tangerang Selatan. Buku puisinya Pelajaran Berlari (2015).



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Didik Siswantono
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kompas" edisi 26 Maret 2016
Share:





Esai dan Opini

Dokumentasi Populer

Ulasan Karya



Arsip Literasi