Dalam Haus Laparku - Nostalgia Lama - Kenangan Malam Ramadan - Mungkin Kau Belum Lupa 2 - Dari Halaman Koran - Sajak Pencarian - Kemesraan Suara Azan | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Dalam Haus Laparku - Nostalgia Lama - Kenangan Malam Ramadan - Mungkin Kau Belum Lupa 2 - Dari Halaman Koran - Sajak Pencarian - Kemesraan Suara Azan Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:39 Rating: 4,5

Dalam Haus Laparku - Nostalgia Lama - Kenangan Malam Ramadan - Mungkin Kau Belum Lupa 2 - Dari Halaman Koran - Sajak Pencarian - Kemesraan Suara Azan

Dalam Haus Laparku

Aku ingin bercerita romantika
Bukan karna merisaukanmu
Dalam haus lapar, aku bersamadi
Akulah naluri yang mengalir
Ke jagat batinmu yang sunyi
Sebelum masuki denyut nadimu
Irama sunyi dan sejukkan hati
Bersujud aku berhari-hari
Tuk temukan hakekat
Cinta dan kesucianmu yang mulia
Kau ingin membawaku dalam suci
Dalam lapar dahagaku. kau tatih
Ke rima yang mewarnai dunia
Ke keagungan suci
Dan kemuliaan semesta
Pituruh, Purworejo, 30 Mei 2016

Nostalgia Lama

Aku sedang mengingatmu
Di antara tumpukan koran lama
Aku temukan namamu
Dalam kenangan bulan Ramadan
Aku sedang menghitung jarak usia kita
Serta siang yang gerah, dalam dahaga
Sajakku sajakmu rindu bertemu
Dalam nada sendu, menempuh irama waktu
Kini kau boleh mengenangnya
Usia kita tak lagi remaja
Rambutmu telah berubah\n
Sakit encokku pun telah jadi beban
Yogya, 12 Mei 2016

Kenangan Malam Ramadan

Di antara kita, seperti berjarak 1000 km
Kata-kata seperti terlipat oleh waktu
Tapi kemesraan nada syahdu puisimu
Masih begitu hangat dalam desah telingaku
Di malam-malam ramadan, kukenangkan
Tilawahmu kumandang sejukkan iman
Purworejo, 14 Mei 2016

Mungkin Kau Belum Lupa 2

Mungkin kau belum lupa
Sepatumu pernah mengeluh
Oleh beban puisi-puisi cinta
Yang bergelayutan
Serta onggokan kenangan
Yang berumah di dada
Menyumbat perasaanmu
Kerna menagih rindu
Lalu engkau menuliskannya
Jadi puisi, untuk seorang gadis remaja
Mungkin ia kini telah bercucu
Sementara puisimu masih bergaya muda
Purworejo, 14 Mei 2016

Dari Halaman Koran

Di lembarannya, ada foto sungai dan pohon tua
Engkau menanam kenangan di riaknya
Perihal puisi cinta tempo remaja
Serta tebaran ikan di kelokannya
Setelah sekian lama
Kita mulai memanen uban bersama
Burung tak lagi bersarang di rambut kepala
Ia menetaskan puluhan generasi puitika
Betapa puitisnya hidup kita.
Purworejo, 15 Mei 2016

Sajak Pencarian

Ketika memilih jalan kebenaran
Apa jantungmu masih suka berdegup
Ketika matahari muncul di ubun-ubun
Beraura kebiruan, pertanda kekuatan iman
Engkau masih bertanya
Ke mana aku harus menujumu
Di mana persinggahan sukma
Dan mengapa aku singgah di dunia
(katamu berulang-ulang)
Dalam dini hari yang sepi, apa kabar(?)
Benarkah kau dalam hening dan lapar
Untuk temukan dirimmu sendiri
Pencarianmu begitu sufi dan sunyi
Pituruh, Purworejo 11 Juni 2016

Kemesraan Suara Azan

Suara azan di pagi dini hari
Memanggil, seperti lagu puisi
Kemesraan, yang kau ciptakan
Mengajakku bersimpuh, bersujud
Ke dalam bahasa romantik-Nya
Berserah jiwa
Di rumah tuamu, bergelayutan
Pahala dari buah derma
Gema ayat-ayat, begitu syahdunya.
Pituruh Purworejo, 11 Juni 2016



Sumanang Tirtasujana; Penyair/budayawan. Tinggal di Jalan Selatan Pasar Pituruh No 6 Pituruh, Purworejo 54263

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Sumanang Tirtasujana
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Minggu Pagi" 19 Juni 2016


0 Response to "Dalam Haus Laparku - Nostalgia Lama - Kenangan Malam Ramadan - Mungkin Kau Belum Lupa 2 - Dari Halaman Koran - Sajak Pencarian - Kemesraan Suara Azan"