Doa Malam I - Doa Malam II - Gerimis Malam - Suara Malam | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Doa Malam I - Doa Malam II - Gerimis Malam - Suara Malam Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:10 Rating: 4,5

Doa Malam I - Doa Malam II - Gerimis Malam - Suara Malam

Doa Malam I

Malam bening

Kuberharap
seberkas cahaya
di gelap senyap

Malam bening

Kunanti sepi suara
menjelma gema

April 2016


Doa Malam II

Malam senyap
kutinggalkan pengap

Kulautkan jiwa
kutelusuri rahasia

Bintang di cakrawala
mengirim tanda-tanda

Aku terpekur
kuterima syukur

April 2016


Gerimis Malam

Malam kian menggigil
Suara siapa memanggil-manggil ?
Aku bangun dari tidur gelisah
Dari mana asal segala kesah?

Astaga, air menggenang di dapur
Kucoba menebar telusur

Oh... genteng retak rembeskan titik air
Hujan semalaman masih saja mengalir

Sudahlah adikku, hentikan gerimismu
Aku hafal isyarat-isyaratmu

Jangan biarkan jiwa menjadi retak
Kesetiaan adalah jantung yang berdetak

Sabarlah menunggu
Aku segera menjemputmu

Kita satukan melodi-melodimu
dengan syair-syairku
dalam simfoni merdu

April 2016


Mencari Bebat dan Obat

Orang-orang berjalan dengan luka menganga
di antara remang yang berharap terang
Di manakah bebat dan obat mesti didapat?

Kupikir aku berjalan sendiri
dengan perih yang masih menindih
Sebaiknya aku bersama mereka
Karena, antara luka dan perih
adalah keluh yang mencari sembuh

Tapi siapa yang mencuri keyakinan?
Aku hampir kehilangan semua kesempatan
Untung diam yang terus kupegang
tetap menyalakan harapan

Kubaurkan jiwa mengalur bersama
Menuju muara mengurai perkara

Semoga kami temukan bebat dan obat!

Juni 2016


Suara Malam

Suara-suara kelam yang kamu lantunkan
pada malam-malam berlalu
telah sampai pada dinding kalbu
Menajamkan rinduku, sebilah sembilu

Kita masih jalani perpisahan ini
sejak haru-biru meruang
mengisi hari-hari pilu

Kuteringat janji di bawah gapura
untuk mengisi ruang dan waktu
dengan aroma bunga putih itu

Juga sebaris puisi yang kamu bacakan
sebelum saling lambaikan tangan:
kita adalah cengkerik, bukan kecoa bergidik !

Oleh sebab itu ganti suara-suara kelam
dengan simfoni cengkerik malam, adikku
Telah kukirim lagu jiwa merdeka
seraya terus kuasah sembilu
agar ingatan masa dulu tak akan berlalu

Di bawah gapura kita janji kembali bertemu
Kan kubawakan bunga putih itu

April 2016


Amang Mawardi, wartawan, lahir dan tinggal di Surabaya. Puisi-puisinya termuat dalam antologi bersama Doa Tangan-Tangan (2007) dan Puisi Ini Kutulis Pakai Komputer (2014).


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Amang Mawardi
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Jawa Pos" Minggu 19 Juni 2016

0 Response to "Doa Malam I - Doa Malam II - Gerimis Malam - Suara Malam"