Jika Halaman Habis sebagai Buku - Ini Hujan dan Aku Memandang ke Luar - Kau Yang Jadi Bayang-Bayang - Gerhana Anno 2016 | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Jika Halaman Habis sebagai Buku - Ini Hujan dan Aku Memandang ke Luar - Kau Yang Jadi Bayang-Bayang - Gerhana Anno 2016 Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:55 Rating: 4,5

Jika Halaman Habis sebagai Buku - Ini Hujan dan Aku Memandang ke Luar - Kau Yang Jadi Bayang-Bayang - Gerhana Anno 2016

Jika Halaman Habis sebagai Buku

jika sudah tak ada lagi kata
apakah akan kaubuang buku
sebagai barang tua? Halaman
demi halaman akan menutup
datangmu hingga kau terlunta

sebagai musafir tak lagi
mencari pintu. meski sejuta jendela
menerima masukmu. tapi, apa
arti mampir sedang perjalanan
hanya kelana sejenak

bagai pantun tak memiliki sampiran
tak diterima jadi warga gurindam
: terasing di tanah kelahiran
tak dicatat di negeri orang

jika halaman sudah habis
sebagai buku, untuk apa
kau kumpulkan katakata?

2016 

Ini Hujan dan Aku Memandang ke Luar

ini hujan dan aku memandang ke luar
tak ada wajahmu basah, juga duka
lampulampu jalan meriang, bohlam
kamarku terpejam

tak ada yang kunanti, selain sisa
jejakmu di jalan. juga suaramu yang
terpahat di tiang listrik, trotoar lenang

aku mesti pulang setelah sembahyang
agar Tuhan menurunkan cahaya
di jalanjalan. dan laron patah
berserakan…

8 Maret 2016

Kau Yang Jadi Bayang-Bayang

hai, kau yang jadi bayangbayang
hilangmu tak akan lagi dikenang
meski di sakuku setumpuk utang
ihwal kenangan, janji, dan kecewa

di dalam hujan kau jadi air
dalam gumul awan kau hanya kerdip
di ilalang kau bagai kupukupu
terbang lalu hilang
di hatiku, kau sebercak tahilalat

di kenangku, kau selalu bayangbayang
tak pernah menjelma apa pun

Januari-Februari 2016

Gerhana Anno 2016

1

dan mataku sesaat gelap
bumi yang kaurestui
bagai cincin berkikalau
aku sujud dan tafakur
cinta yang senantiasa aku
meski pertemuan mengikuti
grafitasi waktu

2

dan gerhana di kfc wayhalim siang ini,
sayang, matamu berkacamata hitam
hingga tak mampu mengira terang
ataukah kelam? di alis matanya ada
cincin emas sebagai kado cinta
dan amarah

pertemuan setelah lama berpisah

di meja ini, ada matahari bulan bumi
bertamu; pertemuan yang mungkin kekal
ataukah sementara?

9 Maret 2016



Isbedy Stiawan Z.S. lahir di Tanjungkarang, Lampung. Buku puisi terbarunya Pagi Lalu Cinta, Jalan Sunyi (2015), November Musim Dingin, dan Melipat Petang ke Dalam Kain Ibu (2016). 


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Isbedy Stiawan Z.S
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Jawa Pos: Minggu 12 Juni 2016




0 Response to "Jika Halaman Habis sebagai Buku - Ini Hujan dan Aku Memandang ke Luar - Kau Yang Jadi Bayang-Bayang - Gerhana Anno 2016"