Musik Malam - Kunang-Kunang - Gerimis Subuh - Lanskap - Potret Keluarga | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Musik Malam - Kunang-Kunang - Gerimis Subuh - Lanskap - Potret Keluarga Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:55 Rating: 4,5

Musik Malam - Kunang-Kunang - Gerimis Subuh - Lanskap - Potret Keluarga

Musik Malam 

masihkah kaudengar musik malam
menggema pelan di ruang tamu?
mengalun merayap ke dalam kamarmu
di luar: hanya suara-suara kelam

adakah kaudengar bisikan kalbu
menggema pelan di relung dadamu?
adakah kausimak senandung duka?
wahai, terpantul di tembok-tembok duka

2016 

Kunang-Kunang 

ada ribuan kunang-kunang di kegelapan
di tepi sungai, di rerimbunan pohon bambu
ditingkah suara serangga malam bersahutan
dalam remang cuaca pedesaan masa kecilku

ada ribuan kunang-kunang di persawahan
ada risik sayap cengkerik dan belalang
namun di langit abyor jutaan bintang
kucari terang, Tuhan, di kelam malam

2015 

Gerimis Subuh 

gerimis menyapa bersama azan subuh
dedaunan pun basah berlinang berpeluh
ada kokok ayam jantang menguak kabut
ah, seraut kenang wajahmu bersujud

ketika sepenggal ayat mengalun rawan
ketika kau pun memanggil-manggil namaku
o bunda, mengapakah aku alpa berwudu?
mendadak masa kanakku terbayang-bayang

gerimis menderas sampai fajar merekah
angin pun mendesah dari lembah
ada yang membaca surat fatihah
terbata-bata dialamatkan kepadakukah?


2016


Lanskap 

bukit di kejauhan mengabut jua
hibuk kelelawar di pepohonan
seketika memias sepotong bulan
dalam temaram langit senja

betapa dingin angin pegunungan
udara membeku dan mengertap
seketika semerbak aroma hutan
ada bisik dan percakapan mengendap

benarkah berkabar musim kemarau
dari balik gunung menjulang itu?
aduh, suasana sunyi purbani di hati
lengang senyap jalanan dalam abstraksi

2016 

Potret Keluarga 

potret keluarga itu pun memudar
kusam di dinding rumah limasan
ada gunoto kecil tersenyum lebar
diapit ayah dan ibu penuh harapan

potret kabur itu pun membangun kenangan
tentang kasih sayang, luka, dan takdir
tentang isyarat, maut, dan keyakinan
dongeng memang hanya mimpi penyair

2016 






Gunoto Saparie. Lahir di Kendal, 22 Desember 1955. Penyair ini menjadi guru, karyawan bank, dan perusahaan konstruksi, wartawan, penyuluh agama madya, dan kini menjadi penulis lepas. Aktif dalam berbagai organisasi, antara lain sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Jawa Tengah dan Ketua Forum Komunikasi Wartawan Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah.




Rujukan:
[1] Disalin dari karya Gunoto Saparie
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 26 Juni 2016

0 Response to "Musik Malam - Kunang-Kunang - Gerimis Subuh - Lanskap - Potret Keluarga "