Ada yang Hilang di Puncak Senja - Aku Milik Siapa I - Aku Milik Siapa II - Aku Milik Siapa II - Jeritan Tembakau I - Jeritan Tembakau II - Jeritan Tembakau III - Aku Milik Cinta | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Senin, 29 Agustus 2016

Ada yang Hilang di Puncak Senja - Aku Milik Siapa I - Aku Milik Siapa II - Aku Milik Siapa II - Jeritan Tembakau I - Jeritan Tembakau II - Jeritan Tembakau III - Aku Milik Cinta


Ada yang Hilang di Puncak Senja 

Di puncak senja angin ngilu di pelataran rumah
Anak-anak bermain petak umpet bersembunyi
di belukar bebatuan
Usia mencari sambil membawa sebilah pisau
diacungkan di wajahnya
Kanan kiri dipenuhi bayang-bayang

Matahari tinggal terik membakar tanah
Jejak-jejak terengah membaca musim yang
pongah dan gundah
Membiarkan air mata menetes menjelma tipu
daya
Menyesatkan pandangan jarak kebenaran

Di puncak senja laut pun kehilangan pantai
Rindu yang berdebur dalam ombaknya tinggal
genangan resah
Merayap ke pemukiman kota-kota
mengisyaratkan akhir zaman
Segera tiba, lihatlah burung-burung merintih
kehilangan hutan
Dan sungai mengalir tanpa måuara

Di puncak senja langit berwarna buram
Gerimis menyerupai beribu-ribu jarum berlin
tasan
Menusuki kalbu, puisi menggelepar-gelepar
kesakitan.

Omah, Airmata 2016. 

Aku Milik Siapa I 

Aku milik siapa
Kata usia aku milik takdir
Kata puisi aku milik kata-kata
Kata rindu aku milik cinta
Aku milik siapa, Tuhan?


Aku Milik Siapa II 

Entahlah,
Tiba-tiba aku ada
Dan penuh rahasia
Aku milik siapa, Tuhan?

Omah Airmata, 2016. 

Jeritan Tembakau I 

Aku mengelupas dari pori-pori Yu Inem
Lalu dikatakan pembunuh! Tersia-sialah aku
yang menjelma puisi
Siang malam diusir kebodohan.


Jeritan Tembakau II 

Pada gemerincing gilingan rokok
Jari jemari beribu wanita itu
Nasibku dilinting-linting ketak berdayaan.


Jeritan Tembakau III 

Di kebun
Ada yang mengintip
Dan mau menikamku!

Omah Airmata, 2016 


Aku Milik Cinta 

Aku milik cinta
Berarus sungai yang mengalir rindu
Bergerimis sunyi yang menetes syahdu
Berdesau angin yang mendesir sepoi-sepoi
Aku milik cinta
Aku milik cinta
Dengan mata aku melihat warna
Dengan telinga aku mendengar suara
Dengan hidung aku mencium aroma
Dengan kata aku jiwa
Aku milik cinta

Aku milik cinta
Mengembara
Kembali ke maha cinta.

Omah Airmata, 2016 

Jumari HS lahir di Kudus, 24 Nopember 1965. Karya-karyanya puisi, cerpen maupun esay sastra banyak dimuat di berbagai media masa di daerah maupun nasional. Buku puisinya yang telah terbit Tembang Tembakau dan Jejak Yang Hilang serta buku cerpennya terbaru Bayangbayang Kematian. (92) 

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Jumari HS
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" edisi 28 Agustus 2016
Share:



Dokumentasi Populer



Arsip Literasi