Ode untuk Emak - Gagal Sembunyi ~ Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Senin, 29 Agustus 2016

Ode untuk Emak - Gagal Sembunyi


Ode untuk Emak

Yang lebih meringis dari luka dibalur cuka
Adalah air bah pada jendela matamu
Yang turun sebab dirundung duka
Yang terasa pahit macam jamu-jamu

Mak,
Yang lebih indah dari barisan puisi
Adalah segala hasil sulaman tanganmu berikut sebakul nasi
Dari pagi hingga senja hari

Mak,
Yang lebih tabah bukan hujan bulan juni macam puisinya Sapardi
Itu adalah engkau yang serupa nadi
Yang tanpamu, aku tak jadi

Mak,
Aku ingin menjadi daster lusuh yang sering kau kenakan
Yang katamu itu nyaman
Agar bisa ku peluk engkau dalam berbagai keadaan
Agar menjadi penggurat lengkung senyuman
Dalam hatimu juga halaman wajahmu

Gagal Sembunyi

Hatiku gagal sembunyi
Di balik suara-suara pengamen yang tengah bernyanyi
Hatiku berhasil ditemukan
Dibalik kata-kata puitis yang meringis
Hatiku gagal sembunyi
Dari jalanan sunyi
Yang biasa kita lewati dari senja hari sampai lampu-lampu kota menyinari






Nita Hardika, lagir di hari pendidikan, seorang lulusan fakultas keguruan, tinggal di Cianjur, Jawa Barat.



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Nita Hardika
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" edisi Minggu 28 Agustus 2016
Share:





Esai dan Opini

Dokumentasi Populer

Ulasan Karya



Arsip Literasi