Bunga Jalan - Ziarah Sunyi | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Bunga Jalan - Ziarah Sunyi Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:09 Rating: 4,5

Bunga Jalan - Ziarah Sunyi

Bunga Jalan

Sepanjang hidup jalanan panjang
Kau hirup nafas pada sisah asa
Engkau bunga jalan melambai senyum
Gugur perawan dihempas badai
Terkapar layu suntuk ayu
Nyanyian melayu menuju puncak malu
Di setiap waktu kau berdiri
Menampak rona bibir menanti
Aroma birahi amarah cemara
Bersiul temaram iringi tetesan duka
Dalam luka yang kau jumpai di lorong-lorong maya
Orang-orang memanggilmu bunga
Yang terbuang
Yang terhilang dari barisan kata-kata
Oleh nista kau disita
Jiwa yang tersisah separuh iman
Akan nanti datang kedua kalinya ampunan bersembah
Air mata jatuh menyesal
Tangisi rindu yang terlena.

Maumere, 8/11/2016

Ziarah Sunyi

Kudengar sunyi berdendang sepi
Sepoi nafas mengalun sekujur detik
Dalam nadi berdetak lamban
Merias waktu kala merenung di relung jiwa
Lembah-lembah syair meliuk lelah
Tapaki sunyi tak henti ujung
Mantra cinta berkelana buana
Mencari sejatinya hidup
Akan pesona malam yang tak putih
Aku adalah sunyi yang kau cari
Bila kau temukan nanti
Letakkan jiwamu
Biarkan sunyiku mengubahmu menjadi sebuah puisi yang cantik
Kau kucintai sebagai puisi dalam Ziarah sunyi ini.

Maumere, 8/11/2016


Jefry Seran Tahuk, putra asal Malaka, tinggal di Maumere. Ia juga adalah anggota komunitas ASAL Ledalero. Fb.


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Jefry Seran Tahuk
[2] Dikirim via mail

0 Response to "Bunga Jalan - Ziarah Sunyi"