Indramayu dan Pekanbaru - Pagi Hari | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Indramayu dan Pekanbaru - Pagi Hari Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:37 Rating: 4,5

Indramayu dan Pekanbaru - Pagi Hari

Indramayu dan Pekanbaru

Indramayu, Pekanbaru
Kau pisahkan aku dengan waktu
Kehidupanku, kehidupanmu
Ras arindu yang ku tunggu
Merintis jiwa yang terharu
Mentari Indramayu sundaku
Mentari Pekanbaru yang melayu
Bukan penghalang yang memerangiku
Bukan tantangan yang membebaniku

Cahaya selalu menerangi jiwamu
Air selalu mengaliri rasa rindumu
Angin selalu menghembuskan hasratmu
Cinta bukan hanya di mata
Tapi cinta juga ada di jiwa
Cinta juga bukan hanya diciptakan
Tapi junta juga selalu dirasakan
Cinta juga bukan permainan
Tapi cinta adalah suatu perjuangan
Cinta juga bukan ingin dapat balasan
Tapi cinta adalah suatu ketulusan

Pagi Hari

Pagi hari, pagi hari
Ada apa dengan pagi hari
Udara sejuk dan terasa asri
Duduk manis dengan secangkir kopi
Membawa kedamaian di dalam hati
Bertebaran bepergian burung merpati
Kegiatan yang biasa sudah menanti
Menandakan suatu kehidupan yang alami

Burung-burung berkicau berkeliaran
Angin yang berhembus dengan beraturan
Cahaya matahari mulai bersinaran
Oranng-orang mulai berpergian dalam kegiatan
Kendaraan mulai melaju dengan tidak karuan

Pagi hari memberikan suatu kesejukan
Pagi hari memberikan suatu kenyamanan
Pagi hari memberikan suatu kehangatan
Pagi hari memberikan suatu kesegaran
Pagi hari memberikan suatu kehidupan




Prasetia Diputra, penulis tinggal di Babakan Tengah, Dramaga, Kab. Bogor, Jawa Barat.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Prasetia Diputra
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" edisi Minggu 13 November 2016

0 Response to "Indramayu dan Pekanbaru - Pagi Hari"