Kerapu - Angin dan Kayu - Anjing-anjing Jinak - Aroma Jawa - Gelang-Gelang | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Kerapu - Angin dan Kayu - Anjing-anjing Jinak - Aroma Jawa - Gelang-Gelang Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:12 Rating: 4,5

Kerapu - Angin dan Kayu - Anjing-anjing Jinak - Aroma Jawa - Gelang-Gelang

Kerapu

Raja bagi kerapu di Balik Papan adalah berkuasa
atas nasi
Tak ada istimewa-istimewa para penikmat kerapu
Semua sudah tersaji, tapi terdiam
Semua jadi hak sendiri, termasuk kerapu

Tak ada mewah-mewah
Pastinya nikmat dan rasa
Memenggal karut-marut si Raja

Balik Papan, 21 Agustus 2016

Angin dan Kayu

Tak satupun berbeturan untuk hindari kematian
Mahakam dengan kayu-kayunya
Kapal dengan angin-anginnya

Putaran mesinnya tak mati-mati
Hanya sesekali merendah diri pada gelombang
Atau menjauh dari batu-batu dangkal
Nasib tak hujan semalam

Cepatnya menantang arus
Angin dan kayu jadi antagonis
Menggiring pada batu-batu dangkal
Nasib hulu kurang air

Data Bilang, Mahakam Ulu, 22 Agustus 2016

Anjing-anjing Jinak

Anjing-anjing jinak itu
Mengelabuhi para tamu
Tak ada yang coba tertawakanmu
Walaupun kelucuan terbalut pada malam yang
penuh lolongan

Jinak-jinak anjing
Mengendus-endus
Memaksa tamu menyingkir
Karena hindari air

Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, 22 Agustus 2016

Aroma Jawa

Aroma Jawa samar-samar mulai terendus
Melekat pada muda-mudi penuh rasa cinta,
secinta-cintanya
Menata tas, menata hati, menata kata-kata

Aroma Jawa samar-samar semerbak mewangi
Pejuang pendidikan yang ada di tepi-tepi
Ingin sejenak pulang
Menapakkan sajak pengabdian

Aroma Jawa samar-samar melekat
Asumsi, ingatan, perasan, naluri hadir kembali
Bereuni dengan kenyamanan
Di tanah sendiri

Melak, Kutai Barat, 23 Agustus 2016

Gelang-Gelang

Gelang-gelang itu tak putus-putus
Mengingatkan pada sahabat-sahabat

Jalinan ini bukan sepenggal makna
Ini persoalan darah yang satu
Namun berbeda nasib dan tanah lahir

Ini adalah ikatan
Bukan basa-basi tanpa kesapakatan

Semarang, 24 Agustus 2016


Asep PYU atau Asep Purwo Yudi Utomo adalah Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang. Ia juga pendamping di Laboratorium Teater Usmar Ismail Unnes. (92)


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Asep PYU
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" Minggu 20 November 2016

0 Response to "Kerapu - Angin dan Kayu - Anjing-anjing Jinak - Aroma Jawa - Gelang-Gelang"