Nestapa yang Mati Muda | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Nestapa yang Mati Muda Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:06 Rating: 4,5

Nestapa yang Mati Muda

Mentari mulai menunjukkan hangatnya
Saat kecelakaan terjadi di kota
Yang merenggut nyawa
Meninggalkan nestapa karena mati muda

Mimpi-mimpi telah sirna
Rapuh dan patah lalu tiada
Dalam sisa nafas terngiang jua
Aku telah mati muda

Ugal-ugalan di jalan raya
Bolos sekolah sering kejadiannya
Membentak orang tua hal biasa
Adab dan kesopanan tidak ada

Mana amal yang hendak kubawa?
Apa yang kujawab saat malaikat bertanya?
Kuberpikir akan beribadah saat usia senja
Namun aku telah mati muda

Andai Tuhan berikanku kesempatan kedua
Untuk hidup di dunia
Akan kujalani sebaik-baiknya
Adab dan ibadah kujunjung pula

Ajal memang datang tak terduga
Tidak peduli tua maupun muda
Jangan menunda tuk bertobat kepada-Nya
Gunakan masa sebaik-baiknya.

Sabang,28 Oktober 2016


Muksalmina,lahir di Sabang,16 November 1997.Penggiat sastra.Alumni MAN Sabang (2015). Saat ini menjadi santri di dayah Ulee Titi,Aceh.


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Muksalmina
[2] Dikirim via mail

1 Response to "Nestapa yang Mati Muda"

Muxsalsabang said...

Thank sudah dimuat.salam sastra!