The Persistence of Memory | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

The Persistence of Memory Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:31 Rating: 4,5

The Persistence of Memory

Di tubuh mimpi, kita menjebak waktu
dalam jam-jam dinding lebih dari satu.
Kita ragami mereka dengan rona yang
sukar ditampik ingatan; warna petang,
bulat bola mata, dan kelabu harapan.

Di luar mimpi, kita hanya kerinduan
yang enggan tatap-muka. Kehidupan kota
telah menjauhkan langkah kaki dan kesibukan
melelehkan semua waktu yang kita miliki.

Waktu paling manis; bercat oranye
karena darah dan tangis, habis
dikerubungi gerombol semut.

Waktu lainnya suluh bulan dan
berjatuhan di berbagai tempat;
di ranting pohon yang dikalahkan
kemarau panjang, di selimut yang
dulu kerap dipakai untuk menyingkap
tubuh kita, di ujung batu yang siap
lebur mengempas tanah

Kita pun hanya bisa memandang
pengingat waktu bertumbangan
dari langit seraya mempertanyakan;
leleh waktu atau lelah kau dan aku
yang mengohabisi seluruh jam dinding?


Jemmy Tanuwijaya. Saat ini mengenyam studi sastra Inggris di Universitas Gunadarma Depok.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Jemmy Tanuwijaya
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" edisi Minggu 20 November 2016

0 Response to "The Persistence of Memory"