Jika Kau Robohkan Masjid Itu - Tentang Gedung Tua Tengah Kota Surabaya - Sapta Nawa Hotel | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Jika Kau Robohkan Masjid Itu - Tentang Gedung Tua Tengah Kota Surabaya - Sapta Nawa Hotel Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:30 Rating: 4,5

Jika Kau Robohkan Masjid Itu - Tentang Gedung Tua Tengah Kota Surabaya - Sapta Nawa Hotel

Jika Kau Robohkan Masjid Itu

* As-Sakinah- DKS

tak ada yang setuju jika kau robohkan masjid itu
hari-hari akan terasa muram hadapi seniman
menggerakkan raga mengolah kata
mendendangkan lagu duka lara
sumpah serapahi kau yang akan robohkan
masjid, rumah Tuhan

jika kau robohkan masjid itu
sejuta panah petaka akan melesat
dari busur kebenaran nyata
mengarah padamu

jika kau robohkan masjid itu
berjuta bencana akan mengancam
dari berbagai arah tujuan
pada langkah-langkahmu

sudahi laku durjanamu
jika kau tetap robohkan masjid itu
berjuta laknat akan kian beratada di pundakmu
sudahi dan bangun kembali
masjid itu, punya Ilahi Rabbi
bukan kami

Mojokerto, 27/11/2017

Tentang Gedung Tua Tengah Kota Surabaya

gedung itu bernama di balai pemuda
kata orang dibilang cagar budaya
berkali sudah gedung direnovasi
kini berwajah indah simpan misteri

belakangan ada pejabat akan mengubah wajah
gedung cagar budaya, jadi tak berbudaya
berdalih bikin gedung modern, tapi ujungnya
singkirkan teman-teman seniman berulah seni di sini
barangkali mereka merasa risih
atau mungkin merasa diri bersih
padahal hanya berujung soal proyek
bagi-bagi untung menyunat anggaran proyek

adakah yang terasa salah, atau
mungkin surabaya telah kehilangan
pahlawan?

meski sejumlah seniman berteriak hingga parau
telinga mereka tak hirau. hati mereka telah kemarau

berjuta suara-suara protes seniman itu
berkejaran memburu pejabat itu
suaranya membentur gedung tua tengah kota
suara-suara itu kian parau, tak ada
orang hirau. telinga pejabat telah mampat
nurani hatinya sekarat

tentang gedung tua tengah kota surabaya itu, hanya bisu tapi ia seperti berkata tanda setujujangan bunuh aku!

Surabaya, 28/11/2017


Sapta Nawa Hotel

melihat rel kereta nan memanjang di depan hotel itu,
kubayangkan
telah berapa juta manusia diangkut oleh gerbong kereta
tapi kini tinggal sisa kenangan tak tercatat oleh rel kereta
memanjang tak terawat. berkarat memelas

malam teramat sunyi, hanya ada sebungkus kopi
dan mie goreng kakilima menemani kita
mencatat perjalanan sarat resah, sarat lelah
dan gelisahku di kamar hotel nan sepi

malam terus berlari, kubayangkan kereta lewat
depan hotel itu, membawa catatan resah, lelah
dan gelisahku ke dunia entah?

suara peluitnya terdengar pilu
mungkin juga memuat sendu?
ah... biarlah?

Gresik, 22/9/2016

- Aming Aminoedhin bernama asli Mohammad AmirTohar, lahir di Ngawi, 22 Desember 1957. Alumnus Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra UNS (1987) ini masih menjabat Biro Sastra Dewan Kesenian Surabaya dan ketua Forum Sastra Bersama Surabaya. Dia pernah bekerja di Balai Bahasa Surabaya.(44)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Aming Aminoedhin
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" edisi Minggu 17 Desember 2017

0 Response to "Jika Kau Robohkan Masjid Itu - Tentang Gedung Tua Tengah Kota Surabaya - Sapta Nawa Hotel"