Laki-laki Menyebut Marie | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Laki-laki Menyebut Marie Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:00 Rating: 4,5

Laki-laki Menyebut Marie

Laki-laki Menyebut Marie

aku berpikir sebagai perempuan. tidak laki-laki. aku berpikir seperti marie di remang sore itu. tidak ada rudolf atau mawar samuel tertempel di tatto tubuhmu. sangat purba. gambar-gambar yang pernah menggodaku. ihwal kecemasan. marie menghapal benda-benda bergerak dalam ruang warna-warni cahaya. kebebasan yang menyakitkan. degung. pura-pura sepanjang jalan. batu-batu memancar kesunyian. senyap sekali ketika ruang menyebut marie. marie hanya berjarak satu meter sepanjang tepi-tepi kau lewati.

aku berpikir sebagai laki-laki. tidak perempuan. di sore terakhir menjemputmu. ketika ritual malam mengantar trance di luar pura. cafe sesak. seseorang entah siapa lagi tiba. kerauhan-kerauhan silam. kenangan suci dalam mie instan. segelas kopi lama mendingin. oh, kau marie setiap pulang nyerupa dewa. menjadi shindu dan sesuatu yang tidak pergi. memangku alam dari pertengkaran identitas. kelamin. sexisme. seperti rudolf dan mawar samuel menjilati lelehan coklat di bibirmu. tuhan. tangan mereka melayang laksana kecak. diksi yang menggerutu. tuhan. itu ruang kembali menyebut marie.

aku berpikir sebagai laki-laki. membangun tubuhku seasal bayi. tumbuh. tumbuh. marie di mana kau pulang.

Ubud-Sanur, 28 Nov. 2017

Conie Sema lahir di Palembang dan tinggal di Lampung. Selain puisi, ia menulis esai, cerpen, novel, dan naskah drama untuk Teater Potlot.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Conie Sema
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Koran Tempo" akhir pekan 23 - 24 Desember 2017

0 Response to "Laki-laki Menyebut Marie"