Tentang Tahun Baru - Adalah Zarah di Mata Tuhan | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Tentang Tahun Baru - Adalah Zarah di Mata Tuhan Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:00 Rating: 4,5

Tentang Tahun Baru - Adalah Zarah di Mata Tuhan

Tentang Tahun Baru

tahun baru tak perlu baju baru
tahun baru butuh pikiran baru
tahun baru tak butuh keluhan baru

tahun baru tak perlu baju baru
tahun baru butuh ide baru
tahun baru tak butuh kisruhan baru

tahun baru butuh baju baru
baju baru demokrasi, baju baru tanpa korupsi
tahun baru butuh baju baru

baju baru tanpa keluh, baju baru tanpa kisruh
tentang tahun baru aku melangkah

dengan bismillah, melangkah
pasrah

Desaku Canggu, 28/12/2009


Adalah Zarah di Mata Tuhan

Siapakah mengaji tanpa henti itu?
Seharian hanya suara ngaji terdengar
Selebihnya berhenti
Saat adzan Dhuhur dan Asar

“Ini malam Jumat Legi,” katamu
“Ada apa dengan itu,” tanyaku

Kau tak menjawabku
Lalu ada jeda waktu membisu
Lantas ada tanya menyelinap berkejap-kejap
Lenyap tak terjawab

“Ini Kamis Kliwon, kau harus banyak memohon,”
jawabnya tiba-tiba setelah jeda beberapa waktu aku menunggu
“Ada apa dengan Kamis Kliwon,” tanyaku kemudian
Kau hanya diam. Hari membisu, langit kelabu

Ah.... tak perlu risau, jawabnya akan tetap galau
Hari apa saja, kapan saja
Manusia harus banyak memohon
Tak harus pas Kamis Kliwon

Lantaran manusia adalah zarah di mata Tuhan
Adalah wayang di tangan dalang

Sidoarjo, 18/3/2010

*) Aming Aminoedhin, nama aslinya: Mohammad Amir Tohar, lahir di Ngawi, 22 Desember 1957. Ketua Forum Sastra Bersama Surabaya (FSBS), dan bekerja di Balai Bahasa Surabaya - Sidoarjo.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Aming Aminoedhin
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 10 Desember 2017

0 Response to "Tentang Tahun Baru - Adalah Zarah di Mata Tuhan "