Jalan Diri - Bopeng - Kagum - Kambing Hitam - Peringatan - Pesan Terakhir | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Jalan Diri - Bopeng - Kagum - Kambing Hitam - Peringatan - Pesan Terakhir Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 00:30 Rating: 4,5

Jalan Diri - Bopeng - Kagum - Kambing Hitam - Peringatan - Pesan Terakhir

Jalan Diri

aku akan mencarimu
sampai celah batu dan kayu
tanah rumah menunggu
hingga matahari dibelakangi bumi
meretas usia: sembada genging salira

aku akan terus mencarimu
sampai benar-benar menjumpaimu
bersalam sambil menatap wajahmu
tanpa keliru mengeja namamu
: sutardi harjosudarmo

Pondok Sabana-Stemsa, 2017

Bopeng

sampai tanjakan kedua
tikungan ketiga
engkau memilih berbelok
mencari muka karena
malu kehilangan muka
kemudian ke utara
membuang muka
dengan bopeng-bopengnya
astaga!

Pondol Sabana-Stemsa, 2017

Kagum

kapan aku
berdecak kagum
walau engkau
sering terkagum-kagum
terhadap benda yang kaukagumi
sampai engkau sendiri
pantas dikagumi
saat meniti seutas tali
dengan langkah
mengagumkan indah sekali

Pondok Sabana-Stemsa, 2017


Kambing Hitam

kambing hitam kambing putihku
rumput gajah, gerumbul ilalang
ladang sebelah mencuri pandang
semakin nanar di luar kandang
ia menjadi liar
sejak kabar tersiar
tatkala tersudut balik menampar
dengan pinjaman tangan
memindah memar
di pipi korban

Pondak Sabana-Stemsa 2017

Peringatan

apakah masih ingat
ketika teringat masa lalu
yang mengingatkan sahabatmu
saat diingatkan tentang hari ini
lalu engkau memperingatkan
yang akan datang
atau justru lupa ingatan
mabuk dataran lupa daratan
tentang sebuah peringatan?

Pondok Sabana-Stemsa, 2017

Pesan Terakhir

masih saja seperti kemarin
tak ada yang tercatat
dalam ingatanmu
secepat Januari yang lewat

tak ada secangkir kopi
atau sepotong roti
juga asap yang mengepulkan puisi
apakah dirimu masih bergelantungan
pada jalur-jalur kawat?
sediam kelelawar, tiada mendengar
tiang listrik yang dipukul
isyarat berkumpul

dunia lampau masih kemilau
aku tak tahu, bagaimana membayangkan
dirimu berkemas, meninggalkan sorot tajam
dari seseorang yang bukan kekasihmu

Pondok Sabana-Stemsa, 2016/2017

*) Sutardi Harjosudarmo, alumnus Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta. Karya-karyanya ada dalam: Lirik-lirik Kemenangan, Gerbong, Equator, dan Gandrung. Selain berpuisi, kini tercatat sebagai guru di SMK Negeri 2 Yogyakarta dan Ketua Sanggar Gambiranom, Yogyakarta

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Sutardi Harjosudarmo
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 14 Januari 2018

0 Response to "Jalan Diri - Bopeng - Kagum - Kambing Hitam - Peringatan - Pesan Terakhir"