Nasi Goreng untuk Abban - Tasawuf Buta Huruf - Moto Seorang Santri saat Bertandang ke Warung Kopi - Perjuangan Mencintai Pagi Hari - Drama Satu Babak | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Nasi Goreng untuk Abban - Tasawuf Buta Huruf - Moto Seorang Santri saat Bertandang ke Warung Kopi - Perjuangan Mencintai Pagi Hari - Drama Satu Babak Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 04:30 Rating: 4,5

Nasi Goreng untuk Abban - Tasawuf Buta Huruf - Moto Seorang Santri saat Bertandang ke Warung Kopi - Perjuangan Mencintai Pagi Hari - Drama Satu Babak

Nasi Goreng untuk Abban

Minyak dan telur adalah saudara seiman. Mereka saling memandang
dengan cinta yang cepat matang, tak gampang iri pada teri dan kentang.

Sosis dan udang adalah saudara seperjuangan. Sosis meminjam gurih
dari udang sementara si udang meminjam kulit sosis agar kau tenang.

Nasi dan piring adalah saudara sejalan. Nasi melipur piring agar tidak
terbang. Piring menampung kerumunan nasi agar tentram terpahamkan.

Lapar dan lahap adalah saudara sekamar. Lapar meminta lahap agar
makan pelan-pelan. Lahap meminta lapar agar sabar menunda kenyang.

2017

Tasawuf Buta Huruf

membaca kitab Raja Ali Haji

Ha, hamba berlindung dari duri yang membuat si mawar dimungkiri
Na, nasihat adalah ulat yang membuat daun cacat dan burung terjerat

Ca, camar dan mawar bertukar lapar di kiri candi, o duri, jadilah saksi
Ra, rawat ranting ini, supaya si kaki pandai mencari sulur sumber diri

Ka, kalaulah kau tak percaya dengan jalan tafsir-gathuk-matuk begini
Da, datangi orang alim untuk belajar kumur atau sekadar tali tawasul

Ta, tawasul adalah taat yang memberkati dua utusan dalam carakan ini
Sa, sahih tidak sahih tentu bukan tujuan inti bagi si pencari jalan sejati

Wa, walau La kuteruskan dengan tafsir dan tadabur dari kitab-kitab suwur
Pa, Dha, Ja, Ya, Nya, Ma, Ga, Ba, Tha, Nga-ku tak bisa melipur semua jumhur.

2017

Moto Seorang Santri saat Bertandang ke Warung Kopi

Kopi adalah kopiah yang debunya menyala menyigi malam dan mimpi.
Rokok adalah ruh yang disesap harap supaya sepi murup dan meragi.

2017



Perjuangan Mencintai Pagi Hari

05:30. Anakku berjuang membuka mata. Aku berjibaku melepas mimpi.
Istriku menggoreng kantuk hingga kriuk. Mertuaku merenungi gelap kopi.

06:30. Anakku berperang di kamar mandi. Istriku mengaduk tuwung sepi.
Aku memeluk kantuk. Mertuaku membungkuk, membujuk kicau manuk.

07:00. Handuk mengelap kantukku. Salam teruluk dari manuk mertuaku.
Kulempar dadar agar si manuk diam. Anakku geram digenggam seragam.

07:30. Istriku dikejar kerja. Mertuaku siap istighasah. Kugandeng anakku ke
madrasah: “Aku mau jadi sapi perah!” katanya, sambil nyesap susu kotaknya.

2017

Drama Satu Babak

Panggung dibuka. Seorang lelaki bungkring menunggang kuda kayu.
Seorang perempuan gendut menunggang sapu. Keduanya berputar tiga kali.

“Apa yang kaucari Sinuhun, ke latu permaisurimu telah terjun?”
“Aku mencari panas pada api. Aku mencari alun pada unggun!”

Perempuan itu menghentikan sapunya, membuka kembennya, lalu melepas
jariknya. Lelaki itu melonjak-lonjak seolah kuda kayunya memberontak.

“Mendekatlah, wahai Sinuhun. Panas telah kuringkas ke puncak pahaku.
Unggun telah kutuntun ke dadaku. Mendekatlah, Sinuhunku yang pikun.”

Lelaki itu membuang kuda kayunya, membuang pakaiannya. Kedua
tangannya ia rentangkan lalu berputar dan menari ia seperti sufi pemula.

“Sesaplah unggunku Sinuhun, supaya kau tangkas melibas sisa sunyi.
Jilati panasku Sinuhun, supaya kau lepas dari letih dan kelatahan ini.”

Lelaki itu mendekat. Panggung murup redup. Seorang perempuan pemirsa
membekap mata anaknya. Dua muda-mudi berkecap-kecup. Layar ditutup.

2017

A Muttaqin lahir di Gresik, Jawa Timur, 11 Maret 1983. Buku puisinya adalah Pembuangan Phoenix (2010), Tetralogi Kerucut (2014), dan Tarekat Lembu (2016). Ia tinggal di Surabaya.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya A Muttaqin
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kompas" Sabtu 6 Januari 2018

0 Response to "Nasi Goreng untuk Abban - Tasawuf Buta Huruf - Moto Seorang Santri saat Bertandang ke Warung Kopi - Perjuangan Mencintai Pagi Hari - Drama Satu Babak "