Pekan-pekan Terbetik Mati Terasing | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Pekan-pekan Terbetik Mati Terasing Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 04:48 Rating: 4,5

Pekan-pekan Terbetik Mati Terasing

Pekan-pekan Terbetik Mati Terasing

: Onan na Marpatik 1

“tiga parsinggungan, onan parsaoran
antaran na bidang, lobuan na godang
pardomuan ni raja, parsaoran ni akka dongan 2

aku mengais tanda-tanda kisah lama
dari sepuhan masa ini
yang terlukis sempat tabah
dan pernah membubung niat bulat raja-raja

kuusik sebiji asam jungga
tak kukira masih menyimpan asam-pahit petaka
kumat dari mati suri, memercik nyeri
di lahir anak-anak raja terkucil

di pekan-pekan, kisah tua bertuah
sejak dikebiri
kini dihayati hanya tersisa
satu hari yang setia
tersiksa menampung hiruk-pikuk
dalam kerumunan simpang-siur harga

patik tak lagi marka ditohok menjorok
sedalam jari-jemari beringin
tak ada sumpah yang kepingin tumbuh bercagak
merelakan urat menjuntai berurai dari tungkai
martir menopang patik tiga 3
ikatan mata seksama hari lepas ari

penyerbu ganjil menumpang di celah sakal
telah menang bertaji akal

ikatan gigih temali jerami
terkikis dipantik jemari pengusik
bersama singgasana raja
sungguh hangus dilucuti bara

muncul penyaru hitam dari debu kematian
senyap keliling sebagai cara berganti faham
berlagak bertaruh sekukuh pengaruh baginda
cuma disepuh sembarang datu
duduk tak setenung raja meramu rambu dari bambu

tapi saudagar-saudagar lekas mengira
bisik-bisik separuh diam tanda tenang pemenang
yang pantas memetik upeti
upah perang yang damai
makhluk terutus dimenangkan bermain patuk api

ada pula nasehat tuan Padri ikut menyudahi,
“segara niat ramai
mesti dicuci di bejana suci
dicicil di satu per satu hari terpuji

walau menalak hantu derita
dipantang di onan bercanang perjamuan
sebab segala bekal bukan umpan berkah
mendinginkan amarah hari membara
jika berkurung jampi-jampi”

maka sekumpulan penunggu
yang sesungguhnya tak bernafsu pengganggu
lintang pukang dari seluas rindang hariara 4
sebab tengah menjulang dirongrong
dipaksa kurban dijatuhkan doa bersekutu

bersama ruh pengasuh
yang tertuding mengasah dosa-dosa
lekas menggelinding dari sanubari onan
meninggalkan irama derap gaduh
tanda mati tak sudi
dicaci-caci di hari suci

warisan pelik perih dan ricuh peluh
dipicu mendidih
setumpah hawa nafsu di hari ketujuh
di luar batasan tanpa palungan keluh

beringin berhati dingin
kini hanya berakar di makam-makam tua
berangan mempertahankan setia
meninggikan harkat paduka
empat yang terjengkang dari pekan
sejak hilang singgasana

Balige 2017

Keterangan:
1 Onan na Marpatik adalah salah satu dari dua jenis pekan di tanah Batak yang merupakan pusat perdagangan dan hubungan lain di antara sesama orang yang tergabung di daerah cakupannya.
2 Adalah salah ungkapan Batak Toba terkait dengan onan (pekan).
3 Patik tiga adalah peraturan pasar (Rule of the market).
4 Hariara adalah sejenis pohon yang menjadi ciri khas dalam budaya Batak. Sebelum masuknya agama samawi di Tanah Batak, masyarakat mempercayai pohon ini sebagai penentu kehidupan dan pengambil keputusan.

Bresman Marpaung dilahirkan di Pematang Siantar pada 15 April 1968. Puisinya dipublikasikan di berbagai media massa dan antologi bersama. Ia bergiat di Komunitas Omong-Omong Sastra Medan.



Rujukan:
[1] Disalin dari karya  Bresman Marpaung
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Koran Tempo" akhir pekan 13-14 Januari 2018

0 Response to "Pekan-pekan Terbetik Mati Terasing"