Perbedaan Adalah - Pengungsi | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Perbedaan Adalah - Pengungsi Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:00 Rating: 4,5

Perbedaan Adalah - Pengungsi

Perbedaan Adalah

Tujuh lempang pelangi
disapu-sapu
jadi pekat arang.

Corak-corak merak
diderai angin
jadi hijau alga.

Rona kuntum padma
dihinggap layu
jadi seragam cokelat.

Rupa-rupa hatiku
dikerudungi
jadi putih satu.

Pengungsi

Gula senja sudah larut di kopi malam;
rumah ini tetap surya malas-malasn.
Padahal, cuma aku dan ibu di dalam.

"Ini rumah, Bu, apa pasar swalayan?"
"Mari, Nak, kau tak tahu saja, selain gelap,
cahaya juga pengusir senyap."

Senyap lampu tertaut di mana?
Ini rumah sarang rayap sarang senyao:
sepi ada di mana-mana.

Ibu tak melihat sepi tidur di kasur tamu?
Tak mendengar nyanyi dia di kamar manndi/?
Tak tahu di beranda berencana abadi?

"Mari, Nak, ini cerek panas kue krispi."
Di dapuar aku dan ibu, kadang diam kadang biara
mirip pengungsi di rumah sendiri.

M Dirgantara, menulis puisi dan prosa. Sakrang bermukim di DI Yogyakarta setelah menyelesaikan studinya di Universitas Sanata Dharma.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya M Dirgantara
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" edisi Minggu 28 Januari 2018

0 Response to "Perbedaan Adalah - Pengungsi"