Rakyat - Metamorfosa - Tentang Kota yang Tak Mengeluh - Bukit Gombel Malam Hari | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Rakyat - Metamorfosa - Tentang Kota yang Tak Mengeluh - Bukit Gombel Malam Hari Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:28 Rating: 4,5

Rakyat - Metamorfosa - Tentang Kota yang Tak Mengeluh - Bukit Gombel Malam Hari

Rakyat

Rakyat adalah lahan jarahan
Politikus busuk pemuja kekuasaan
Hingga tak sedikit pun sungkan
Menelan nanah meludah sembarangan

Rakyat adalah medan garapan
Insan pilihan pejuang kemanusiaan
Meskipun masih terbuka kemungkinan
Munculnya para penikmat petualangan
Yang melihat peluang menjadÔ pahlawan

Rakyat adalah umat dalam kerumunan
Tempat para pengkhotbah keagamaan
Menawarkan pedoman alam masa depan
Hingga Tuhan pun bisa diatasnamakan
Agar tujuan duniawi yang disembunyikan
Terlihat suci dengan bungkus penyamaran

Rakyat adalah tangga pijakan
Orang-orang hitam bertopeng pulasan
Yang menghalalkan cara mencapai tujuan

Kebodohan mungkin saja dikekalkan
Agar siasat memperalat bisa tetap jalan
Kepatuhan diteriakkan sebagai kebajikan
Agar penyimpangan tak terusik dimasalahkan

Rakyat adalah denyut hidup berselimut ketentera-
man
Yang sering diusik niat buruk beragam kepentingan

Cepu, Januari 2018

Metamorfosa

Rasanya sulit merengkuh pesona indah kupu-kupu
Ketika menjadi ulat pun banyak laku menyintas
rambu
Tentu ada waktunya berhening dalam sunyi kepom-
pong
Menemukan hakikat di ruang dan waktu kosong

Dunia terperas dalam geram derita medan laga
Bertubi-tubi tantangan silih berganti tak berjeda
Mencoba-coba peran dengan kostum berbeda
Sebelum menemukan ayun langkah seharusnya

Cepu, Januari 2018


Tentang Kota yang Tak Mengeluh

Kita dengarkan denyut kota-kota
Yang terengah oleh beban usia
Derap kaki warga yang sigap berebu
Menghindari sergapan pikiran kalut

Setiap kali ada umpatan berhamburan
Luapan rasa kecewa luka kehidupan
Dan kota-kota pun makin letih tertatih
Ingin tetap tumbuh dengan sedikit rintih

Senin, 30 Oktober 2017


Bukit Gombel Malam Hari

Berapa banyak warna yang pantas kita pilih
Untuk melukis kilau pesona lampu merkuri
Penghias wajah kota yang menahan letih

Kenangan indah masa kecil tinggal cerita lama
Segala hal berganti dengan bersaput warna beda
Tumbuh dan tumbang beriringan mengisi kehidup-
an

Selasa, 7 November 2017

- Bambang  Supranoto lahir  di Purwokerto,18  April 1960. Sekarang menjadi staf pengajar di Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe Cepu. Puisinya mengisi berbagai antologi dan lembar sastra media massa.(44)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Bambang  Supranoto
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" edisi Minggu 28 Januari 2018

0 Response to "Rakyat - Metamorfosa - Tentang Kota yang Tak Mengeluh - Bukit Gombel Malam Hari"