Tentang Sancho Panza - Renjana Bejana | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Tentang Sancho Panza - Renjana Bejana Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:46 Rating: 4,5

Tentang Sancho Panza - Renjana Bejana

Tentang Sancho Panza

Sometimes the horse is a disaster
or the horse is time in a trot or a canter.
            —Jaswinder Bolina, Portrait of the Horse

Ia, Sancho Panza.
Perkataan sederhana
dan kewarasan
yang menjagaimu
dari perasaan nyaman
berimajinasi.

“Pergilah,” usirmu,”sebab puisi
ini gila meski begitu murni,
sedang niatan Benengeli tentu
bukan sekadar kelakar komedi.”

Namun ia Sancho Panza,
yang pada petualangan
mengarung padang bahasa
setia mengiring langkah Rocinante,
dengan bagalnya.

“Setelah 3.300 kali melecut diri,” tantangnya,
“kematian bagiku hanya hilang denyut nadi.”

“Mati dan berbahagialah,” katanya lagi,
“dunia bisa segera lupa siapa Alonso Quijano,
tapi bakal kekal kisah kekasih Dulcinea.”

2017


Renjana Bejana

…tetapi kami hanya
seperti bejana tanah liat …
—petikan Surat Paulus yang kedua
kepada Jemaat di Korintus pasal 4 ayat 7

Menatap lubang lambungnya, ia merasa
tajam dan dingin tangan maut sudah lama
dicabut. Begitu pula dinding ratapan
& korban bakaran bisa disentuh dengan ringan –

ini semacam rindu pada surga beraroma
rumput & embun. Yang pada suatu pagi
ia dengar ada yang berseru; Hosea!
anakmu itu akan diberi nama Lo Ammi.

Dia yang tak akan pernah jadi milikku.

Namun, pada lingkar lukanya, ia sudah pasti
tak bisa seperti pohon. Menautkan waktu pada
perut dan meninggikan tajuk harapan ini:

“Jangan tergelincir licin glasir, tapi pahamilah
dan yakini – sejak masuk tanur, tugasnya
tak kurang sekadar menghibur.”

2017


Dedy Tri Riyadi lahir di Tegal, Jawa Tengah. Sehari-hari bekerja sebagai pekerja iklan di Jakarta. Buku puisinya yang sudah diterbitkan antara lain Gelembung(2009), Liburan Puisi (2014), serta Petualangan Suara (2016).

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Dedy Tri Riyadi
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Koran Tempo" akhir pekan 27-28 Januari 2018

0 Response to "Tentang Sancho Panza - Renjana Bejana"