agama ikan - agama sungai | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

agama ikan - agama sungai Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 04:30 Rating: 4,5

agama ikan - agama sungai

agama ikan

aku tak pernah tidur,
                tapi aku bukan tuhan.

mata dan air, saling membuka pintu
               dalam tubuhku

saling membuat gelombang bunyi
            dari gemetar cahaya pagi

tak saling berbantah tentang
             akidah langit yang kekal

tak saling menyumpah tentang
               kaidah laut yang liar

              apakah mata dan air, 
              satu agama?

bukan. mata bukan air, dan air
            bukan mata yang tak bisa tidur.

air, adalah dunia tempat mata berenang
           melihat tuhan terjaga.

              dan karena aku bukan tuhan,
aku tidur dengan mata terbuka.

2017

agama sungai

ia hanya berdayung, dari tepi ke tepi. setiap pagi,
ketika sebuah doa tersangkut di jala, dan membuat
luka robek makin menganga. tapi sungai ini, diam saja
seperti seseorang yang terbujur, terpiuh di ujung nyawa.

ia tak sendirian. menjadi pendayung adalah pilihan untuk
tidak menjadi sampan. menjadi sungai adalah pilihan tabu,
sebab sungai memilih menjadi ibu. ibu yang sudah tak lagi
mencuci rambutnya, sejak punggung sejarah menghadap kota.

maka dari tepi ke tepi, dari pagi ke pagi, yang ia dayung
adalah tubuh ibu, ia berdayung di atas tubuh ibu. tubuh
yang tiap malam tak berlampu. yang tiap petang merapal
remang dari dongeng terubuk, dari telunjuk kutuk. tubuh,
yang bertahun-tahun menyaru menjadi patung di istana.

maka saban azan, yang ia panggil adalah hulu. tuhan di sana,
tuhan di sana. selalu ia berteriak kepada tepi, kepada pagi.
tapi tepi dan pagi, adalah juga birai pada kain, yang ia dengar
hanya sengal gelombang, di ujung gaung sebuah zaman.

2017


Marhalim Zaini lahir di Bengkalis, Riau, 15 Januari 1976. Buku puisinya, Jangan Kutuk Aku Jadi Melayu (2013), meraih Anugerah Hari Puisi Indonesia 2013 dan Penghargaan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa pada tahun yang sama. Menggerakkan Suku Teater Riau dan Komunitas Paragraf di Pekanbaru.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Marhalim Zaini
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kompas" Sabtu 17 Februari 2018

0 Response to "agama ikan - agama sungai"