Istri - Selamat Datang Hujan - Fotografer - Syekh Jangkung - Putung Rokok | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Istri - Selamat Datang Hujan - Fotografer - Syekh Jangkung - Putung Rokok Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:48 Rating: 4,5

Istri - Selamat Datang Hujan - Fotografer - Syekh Jangkung - Putung Rokok

Istri

Tak ada yang melibihi cantik atau keindahan
Selain wajahmu, istri
Siang-malam kukulum kasih sayang
Meresapkan ketenteraman di hati

Kau tulang rusukku, istri
Mendayung cinta bersama di samudra cinta
: anak-anak adalah cahaya kita

Kudus, Februari 2018


Selamat Datang Hujan

Selamat datang hujan, angin berjingkat pada
musim yang berganti
Waktu masih selalu berputar sebagaimana jam
dinding itu, mengisyaratkan usia
Merangkak di bait-bait cinta di debur rindu
menuju ke kedalaman puisi
Menyemai kisah-kisah air mengalirkan derita

Hujan datang, derasnya seperti kemarahan
hutan dan sungai-sungai
Rintiknya tajam menyerupai gerigi sunyi meng-
gergaji air mata, menyerpih ngilu
Burung-burung pergi meninggalkan elegi wajah
petani yang kuyup resah
Mencangkul keringatnya sendiri

Selamat datang hujan, di rumah-rumah tengge-
lam
Menggenangkan luka-luka dalam kenangan
yang menyayat di kalbu.

Kudus, Februari 2018


Fotografer

Laut, hutan, gunung dan lembah-lembah
kujadikan gambar. lalu
Kupajang di rumah ataupun galeri-galeri pamer-
an, setiap mata
Memandang takjub sampai meneteskan air mata
perih yang menyisakan
Bayang-bayang kehancuran

Kuabadikan wajah-wajah menjadi kenangan
Dan kubingkai, terpajang di dinding-dinding jiwa
Bekas cahayanya menggelayutkan tipu daya

Syekh Jangkung

Saridin itu orang ndesa
Terkenal jujur tidak neka-neka, lenceng galeng
Jalannya seperti matahari berputar memberi
sinar
Cinta pada semesta

Ucapan itu pisau baginya
Kata dan jiwa tak beda terucap, satu makna
bertasawuf
Membaca angin itu arah yang pasti, bahwa
kebenaran bisa dicari
Tapi tak terbantahkan jawabannya

Saridin itu orang ndesa
Dulu walisanga memanggilnya cukup sederhana
Di lubuk hatinya, biasa-biasa saja, justru
kesabaran
Bermekaran menebar aroma kasih

Saridin itu orang ndesa
Yang sangat takut dosa
Yang beriman dalam berkata.

Kudus, Februari 2018

Putung Rokok

Nikmatku terisap habis lalu
Sebatang tubuhku tak utuh dan sia-sia
Terucek di asbak

: wanita-wanita belajarlah dari nasibku
Yang mengenaskan ini.

Kudus, Februari 2018

- Jumari HS, lahir di Kudus, 24 Nopember 1965. Pada 2011 dia diundang University HangkukSeoul, Korea Selatan, untuk membacakanpuisinya di Kota Ansan. Buku puisi ketua Teater Djarum ini adalah Tembang Tembakau(2008) dan Tentang Jejak yang Hilang(2016). Buku puisi yang bakal terbit Senandung Senja. (44)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Jumari HS
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" edisi Minggu 18 Februari 2018

0 Response to "Istri - Selamat Datang Hujan - Fotografer - Syekh Jangkung - Putung Rokok"