Jarum-Jarum Gerimis dari Langit Palo'loan - Dapur - Migrasi Desa - Pintu Kamar - Ingin | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Jarum-Jarum Gerimis dari Langit Palo'loan - Dapur - Migrasi Desa - Pintu Kamar - Ingin Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 00:12 Rating: 4,5

Jarum-Jarum Gerimis dari Langit Palo'loan - Dapur - Migrasi Desa - Pintu Kamar - Ingin

Jarum-Jarum Gerimis dari Langit Palo'loan 

bening runcingmu merajah pagi
derap lirih di bunga sepatu
menumis tanah dan rumputan
dengan dingin yang mengekal,

basah benang airmu
serabutan berkawin rambut
menyaruk sanggul akar di kulit kepala
bisikkan umur langit yang semakin tua,

kau datang berpengantin angin
aku dan ibu dicucup hening
sepetak harap di sepasang telapak tangan
diangkat bertangkup sebagai doa
semoga lekas reda
semoga rencana selamat di jalan basah.

Palo’lo’an, 24.01.18

Dapur

lidah api dalam tungku
menjilat sakit kayu
selang kau sorong
sebilah dari yang kau kapak
di iga nyamplung,

asap di tutup panci
melukis butiran air
didih dalam rebusan
bercerita hidup yang lekang,

tapi semua akan manis di meja makan
asap lenggang, butir air hilang
hidup sempurna dalam kata matang.

Gapura, 01.18


Migrasi Desa

tinggal pohon-pohon renta
menapis getahnya
dengan karbondioksida,

menangis sepanjang waktu
dalam goresan kuku suhu,

ada isak batu
menampung rindu di jalan baru
mencari moyang di lorong waktu
kepada besi-besi memanggil ibu.

Dik-kodik, 2018


Pintu Kamar

datar bercat biru
zaman terapung menjamah waktu,

saat aku datang dan pergi
ia hanya berbicara dengan dirinya sendiri,

segantung kunci di lubang engkol
menjaga wasiat moyang dengan cara diam,

saat aku menutup dan membuka
waktu berubah jadi rahasia.

Gaptim, 01.18

Ingin

ingin sibak mulut kembang
mualamat terakhir angin menderu,

ingin kaki anginmu jauh
menebar butir musim di kenyal pipimu,

ingin pipimu bersentuhan dengan kembangmu
menunggu musim dari dadaku,
ingin nyatanya lebih bahaya dari angin.

Pangabasen, 30.01.18

*) A Warits Rovi, lahir di Sumenep, 20 Juli 1988. Menulis puisi, cerpen, esai, artikel dan naskah drama. Karya-karyanya juga teranantologi dalam “Bersepeda ke Bulan” puisi pilihan Indo Pos 2014,Ayat-Ayat Selat Sakat (puisi pilihan Riau Pos, 2014), dll.
Rujukan:
[1] Disalin dari karya  A Warits Rovi
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 18 Februari 2018

0 Response to "Jarum-Jarum Gerimis dari Langit Palo'loan - Dapur - Migrasi Desa - Pintu Kamar - Ingin"