Hutan Tanpa Nama - Kisah Cinta - Kemungkinan | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Hutan Tanpa Nama - Kisah Cinta - Kemungkinan Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 04:48 Rating: 4,5

Hutan Tanpa Nama - Kisah Cinta - Kemungkinan

Hutan Tanpa Nama

Kau menarikku ke dalam hutan.
Hutan tanpa nama.

Aku berjalan beriringan
denganmu, seperti rusa-rusa itu
berjalan dengan santun. 

Seperti kuda-kuda itu
berlarian di tengah
rimbun pohon dan hujan.

Kita begitu bahagia
berjalan di tengah-tengah
kebingungan yang kita
ciptakan sendiri.

Kita begitu bahagia
karena tahu bahwa kita
akan mati di sini
tanpa siapa-siapa.

Bunga-bunga itu bermekaran
seperti duka-duka
yang bermekaran
pada kelopak mata kita.

Kita selalu tidak tahu
bagaimana kita hendak
memperlakukan cinta
tanpa sengketa.

Cinta telah membuat kita
menjadi angkuh dan pemarah.   

Kutub, 2018

Kisah Cinta

apakah setiap kisah cinta
adalah ketidaksengajaan
yang dipertemukan? 

aku berbaik hati padamu
kau berbaik hati padaku.

Lalu, hari-hari bekerja
seperti peluru yang dimuntahkan
di tengah medan perang.   

Kau ingin aku berterus-terang
sedang aku berterus-gelap.

apakah ada yang bekerja
tanpa jeda di matamu?
katamu suatu waktu.

aku bilang; tak ada.   

Kutub, 2018

Kemungkinan

Kubangun kemungkinan terburuk dalam diriku.

Kehancuran demi kehancuran kuciptakan
tanpa ada kebenaran yang lain. 

Kupatahkan sendi-sendiri pikiranku sendiri.

Kuciptakan ketakutan-ketakutan
yang menghantui diriku sendiri.

Kota dan keganasannya menggema
dalam pikiranku sendiri.

Adakah yang lebih abadi dari kehancuran diri sendiri? 

Kutub, 2018

- Saifa Abidillah, lahir di Sumenep dankini nyantri di Pesantren Mahasiswa Hasyim Asyari Cabean, Panggungharjo ,Sewon, Bantul, Yogyakarta. (44)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Saifa Abidillah
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" edisi Minggu 18 Maret 2018

0 Response to "Hutan Tanpa Nama - Kisah Cinta - Kemungkinan"