Sajak Rambut Putih - Sajak Perahu - Perempuan Imlek 2016 - Sajak Televisi | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Sajak Rambut Putih - Sajak Perahu - Perempuan Imlek 2016 - Sajak Televisi Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:00 Rating: 4,5

Sajak Rambut Putih - Sajak Perahu - Perempuan Imlek 2016 - Sajak Televisi

Sajak Rambut Putih

Orang-orang berambut putih
tak hendak bicara tentang merah,
kuning, biru atawa abu-abu yang
menjadikan warna, warni dan
keributan mimpi

Pada sejuta depa,
kakinya meninggalkan jejak putih
tawanya menempel di daun-daun
kata-kata serta air matanya
pun menggurat putih

Selalu ada hawa putih pada getih
yang mencukupi kangennya kepada
matahari, rembulan yang bersegara
dalam dirinya

Saban waktu taklimatnya hanya
tentang putih yang memutih atas
seluruh keputih-putihan sebelum
menjadi kepompong putihnya.

Maka, dalam semedinya,
orang-orang berambut putih
menjelma sebagai
: angin putih.

2018

Sajak Perahu 

Perahuku perahuku
kudayung kamu hingga
ke batas hulu

Tanpa kamu atawa denganmu
perahuku melancar mengombak
menepis buih dan semua perih

Apa musti kukibarkan bendera
hanya sekadar sebagai perlambang
bahwa perih itu ada kusimpan

Oo, tentu tidak
lelaki di ujung perahu
adalah mata angin memburu

Jika musti berkalang maka berkalanglah
jika musti menderas maka menderaslah
lelaki pantang bersurut apa lagi terjengkang

Perahuku perahuku
kudamparkan pada tepian angin
bukan pada daratan berkusam
: berrawa-rawa

2018


Perempuan Imlek 2016 

Masih kental wangi keringatmu
yang semalam kita perebutkan
dalam kembang patkwa
di ujung mega

Kamu memilin ujung itu
dan aku terlalu menyimak
nafasmu yang lirih
di ruang telinga

Ini bukan soal Cina, Arab, Djawa
atawa siapa saja yang diturunkan
sebagai apa
dan di mana

Bahwa, Cokromanggilingan adalah
putaran atas Im dan Yang dan apapun
istilah, nama, sebutan serta tafsirnya,
yang terus memusat memutar, membelah,
menyatukan, merontokkan
: pula

Tak ada matahari lagi, di sana
tak ada rembulan lagi, di sana
segala udara adalah
: kamu

2018

Sajak Televisi

Orang-orang berkepala besar,
terus membesar, semakin besar,
demikian besar, tivinya
: kumatikan

Orang-orang bermulut lebar,
demikian lebar, terus melebar,
makin lebar, tivinya
: kulempar

Orang-orang berdebat,
saling selipat, kian melipat,
menjadi kiamat, tivinya
: tambah bujat

Orang-orang tivi
meyakini surga itu
hanya di televisi

2018

*)Arieyoko, penggerak Komunitas Sastra Etnik mukim di Bojonegoro, Jawa Timur

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Arieyoko
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 18 Maret 2018

0 Response to "Sajak Rambut Putih - Sajak Perahu - Perempuan Imlek 2016 - Sajak Televisi"