JALAN RAYA LEMBANG - DI KETINGGIAN MARIBAYA - DI TERAS CIHAMPELAS - KABUT TURUN DI LEMBANG | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

JALAN RAYA LEMBANG - DI KETINGGIAN MARIBAYA - DI TERAS CIHAMPELAS - KABUT TURUN DI LEMBANG Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:00 Rating: 4,5

JALAN RAYA LEMBANG - DI KETINGGIAN MARIBAYA - DI TERAS CIHAMPELAS - KABUT TURUN DI LEMBANG

JALAN RAYA LEMBANG 

kilau lampu. jalanan yang selalu basah. remah-remah kabut. seperti lengan panjang, menyam - but. malam hari. perempuan-perempuan dengan mantel, mengurung tubuh wanginya. kilau lampu kendaraan. laju yang berhenti. sisa kuah makanan di pangkal lidah. ah, dengan apa aku kelak menciummu? setiap kali kelokan menjadi dengung lebah di gigir telinga. ingatanku berdarah. lagi.

2018 

DI KETINGGIAN MARIBAYA 

pohon-pohon pinus tergerus angin. bersilangan dijebak dingin. hanya hijau. kemilau mata. di pucuk ingatan. tapi aku takut ketinggian, ada nyeri yang bergegas setiap kali memandang. “sebagai lelaki, engkau harus kuat. sebelum dilumat seribu muslihat. kehidupan ini jahat,” lalu aku terkenang pada seseorang, mungkin seorang pejabat. hamparan daun terus memaku lurus. seketika aku melihat usia yang terus tumbuh. jauh di retinamu. hanya hijau. memukau.

2018 

DI TERAS CIHAMPELAS 

bandung yang terkurung mendung. para pejalan, menitip langkah. sepanjang selasar ciham - pelas. bau tekstil, pakaian setengah jadi memanggil. kilau bordir kata-kata berwarna cerah. ju - ga harum penganan, memeluk dingin hujan.

aku terus melangkah.

keramaian orang berlintasan. getah kuliner menghadang. mungkin bisa kuhirup lagi senyum - mu, ketika uap cappucinno mocca berjingkat mendekat.

dan kau terus melangkah.

2018 

KABUT TURUN DI LEMBANG

hampir magrib. kabut turun sepanjang lembang. tak ada kerlip kota dari kejauhan. bertahan da - lam debar. dan lampu-lampu senyap, kerumunan orang dengan payung atau jas hujan. tapi, apalah arti pelukan di kebekuan utuh ini? magrib. kabut makin lebat. mengurung kota di dalam pagar tinggi.

2018 

*) Alexander Robert Nainggolan, lahir di Jakarta, 16 Januari 1982. Bekerja sebagai staf Unit Pelaksana Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kecamatan Menteng Kota Adm. Jakarta Pusat. Menyelesaikan studi di FE Unila jurusan Manajemen. Tulisan berupa cerpen, puisi, esai, tinjauan buku terpublikasi di berbagai media. ❑-g 

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Alexander Robert Nainggolan
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" edisi Minggu, 15 April 2018 

0 Response to "JALAN RAYA LEMBANG - DI KETINGGIAN MARIBAYA - DI TERAS CIHAMPELAS - KABUT TURUN DI LEMBANG"