Lanny - Astri - Riana - Yuliana - Diajeng Arti - Woro - Amalia - Wulan - Caroline - Nila | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Lanny - Astri - Riana - Yuliana - Diajeng Arti - Woro - Amalia - Wulan - Caroline - Nila Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 05:00 Rating: 4,5

Lanny - Astri - Riana - Yuliana - Diajeng Arti - Woro - Amalia - Wulan - Caroline - Nila

Lanny

Bahasa tubuh kau gunakan
bahasa isyarat kau layangkan
dalam memikat lelaki itu
sementara bibirmu selalu terkatup
bahkan tersenyum pun tak
padahal ada yang kauharap
sayang, ia memahami
apa yang kau ingini
ia anggap kau hanya teman sejati

Hatimu merintih, kini
saat yang kau damba
malah berlabuh di lain hati
yang tak pernah kau duga
hingga dirimu menderita.


Astri

Sungguh yang kau tebarkan
tak lebih dari jerat-jerat penipuan
penuh balon-balon harapan
yang kau lambungkan ke lubuk
hati pemuja kecantikan
padahal semua itu fana
tetapi,
kau tak pernah menyadarinya.

Riana

Sungguh bukan sebuah kebetulan
tetapi memang dipertemukan tuhan
saat aku kelelahan kayuh perjalanan
bapakmu yang kepala desa di sana
menjamu tiga siswa SMEA
yang sedang berkeliling Jawa
dengan berkendara sepeda

Kau sajikan teh hangat
namun senyum yang kau taburkan
dalam jiwa kami terasa lebih hangat
dan mampu kembalikan semangat
kami bertiga tuk lanjutkan perjalanan

Hingga kini, desamu tak kami ketahui
sebab waktu kami cari dalam peta
nama desamu sudah tiada lagi
tapi kenangan itu tak pernah sirna.

Yuliana

Tak ada kesetiaan kau tawarkan
tak ada kemesraan kau janjikan
tak ada cita-cita kau harapkan
tak ada keinginan rajut masa depan

Kau adalah misteri
yang hanya umbar senyum
atau tawa riang penuh kepalsuan
sebab jiwamu ibarat angin
yang tak mungkin diwadahi.

Diajeng Arti

Kau adalah puisi gelap
yang susah dipahami isinya
segala organ tubuhmu
adalah bait-bait sajak
yang susah ditebak
apalagi ditafsirkan maknanya

Tatap matamu adalah syair kerinduan
basah bibirmu adalah tembang asmara
bangir hidungmu adalah nyanyian cinta
belah dagumu adalah kasidah kasih sayang
mulus pipimu adalah lagu keindahan

Wahai gadis Klaten
ajari aku teliti dan telaten
memunguti setiap butir cinta
yang tercecer bersama sinar mentari
agar hidup lebih berarti
mampu hadapi semua persoalan
dan, kenyataan menjadi kegembiraan.

Woro

Tubuh mungil dengan segudang misteri
yang diperebutkan sejumlah lelaki
taklah mungkin kau jadi drupadi
anak drupada yang diperebutkan para ksatria
pun di antara mereka tidak ada pandawa
seperti dalam kisah Mahabarata.

Amalia

Namamu adalah jeruji penjara
yang membuat jiwa ini seperti budak
tidak merdeka sekali pun hendak
menghubungi saudara-saudara

Barangkali aku lebih baik mati
tetapi itu tak mungkin terjadi
tanpa kehendak Ilahi, tapi
hidup bersamamu lebih tersiksa
dari menghuni kerak jahanam

Entah kenapa aku tak mampu
melepas belenggu siksaan
yang kau ikatkan pada nuraniku
seperti pecandu narkoba
sadar akan bahaya
tetapi, tak pernah jera
tetap setia dan memberhalakannya.


Wulan

Topi yang bertengger di rambutmu
hias wajah polos, lugu, tak kemayu
ingatkan gadis pinggir kali
yang memikat seorang lelaki
dan jatuh cinta tetapi tak berani
ungkap pikiran dan perasaan
kecuali dalam sejumlah puisi
yang ditulisnya setiap kali.

Caroline

Mencintaimu seperti tengah mengejar mimpi
merindukanmu ibarat mencium bayang-bayang
dan hidup hanyalah kenangan tak berarti
bagi lelaki pengembara cinta sejati.

Nila

Persahabatan yang disulam telaten
oleh dua lelaki di masa sekolah
cipta keindahan dalam tiap langkah
demi hidup yang lebih sempurna
untuk saling melengkapi raih masa depan
Rajutan sahabat terurai tak bisa diulang lagi
sejak kau obral cinta yang tak sengaja
membuat mereka menjadi saling curiga
dan menyemai dendam di salah satunya.


Humam S Chudori, lahir pada Jumat Kliwon, 12 Desember 1958, di Pekalongan, Jawa Tengah, dan kini menetap di Tangerang Selatan. Cerpen, puisi, dan novelnya tersebar di berbagai media cetak dan daring. Namanya tercantum dalam Leksikon Kesusastraan Indonesia Modern Edisi Baru susunan Pamusuk Eneste (Djambatan, 1990), Leksikon Sastra Jakarta–Sastrawan Jakarta dan Sekitarnya (DKJ dan Bentang Budaya, 2003), Leksikon Sastra Indonesia (ed. Korrie Layun Rampan), dan Apa Siapa Penyair Indonesia.


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Humam S Chudori
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 22 April 2018

0 Response to "Lanny - Astri - Riana - Yuliana - Diajeng Arti - Woro - Amalia - Wulan - Caroline - Nila"