Daud - Qobil | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Daud - Qobil Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:00 Rating: 4,5

Daud - Qobil

Daud

Sebab hari itu ia pergi terlalu jauh, ditemuinya Soul
perihal perlawanan terhadap Goliat. Maka, diambilnya
lima butir batu. Dari setiap butir itu ia bisikKan nama
Yehuwa, agar ruh-ruh, dan nafas bintang-bintang dan
matahari masuk memenuhi wadag tiap butir batu.
Debu-debu akan jadi kabut, menutupi mata Goliat
yang agung.

Kita akan berpesta daging domba dan mendapatkan
banyak budak setelah kematian pemuda ini, kata
Goliat.

Daud mengambil sebutir batu dan melemparkannya
tepat mengenai kepala Goliat. Raksasa itu rubuh,
tumbang segara birahi.

Wahai Yehuwa, telah aku tuntaskan pertarungan ini:
berkat engkau! Berkat engkau sungguh telah menolongku.

Maka sesungguhnya kami bukan jiwa-jiwa ringkih,
telah dituliskan oleh Yehuwa yang suci, dengan darah
ribuan domba sebagai penebusan.

Sementara kemenangan bukanlah kemenangan,
bangkai Goliat menguap bercampur udara sebagai
racun di dalam tubuh Israil, dan langit membuka pintunyaómembawa
mereka pada babak baru!

Qobil

Kau menggerutu sepanjang sungai ini, dari ujung ke
ujung, dari hilir ke hulu, dendam seakan tak kunjung
mangkir dari dadamu.

Kepada Habil, hanya kepada Habil api menyala, tak
hendak aku menumpahkan gigil pedih kepada Iklima,
Katamu.

Malam jadi siasat; sunyi kilau pisau, disaksikan
seekor sapi tubuh Habil rubuh menukik di atas tanah.

Beberapa ekor gagak mencatat diam-diam; cinta luntur
di ujung subuh, lantas apa hendak digali menutup
tubuh piatu ini?

Pasir gurun, lumpur, atau batu kerikil ribuan tahun. Ia
korbankan saudara, dan pada jarak sepasang mata
Qobil, kematian itu usai pada sebuah pemakaman
kecil.

Wajah Qobil berbinar, tapi sungguh matanya disiram
sesal. O, di bawah kaki Adam ia lupa membawa
penebusan.

Adam menyungging senyum; seekor gagak telah
menelanjangi manusia! Katanya.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Irfan M Nugroho
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" edisi Minggu, 27 Mei 2018 

0 Response to "Daud - Qobil "